Menu Khas Makassar Favoritku Kala Berbuka Puasa

By HAERIAH SYAMSUDDIN - Monday, May 27, 2019


Makanan favorit saat berbuka puasa? Huah, buanyaklah. Gak perlu heran, diriku kan penggemar segala macam makanan. Apalagi kalau gratis, hehehe. *kalau ini,banyak yang doyan juga.

Kalau ngomongin makanan favorit, biasanya saya langsung teringat kampung halaman di Makassar. Di sana, tempat lahir beta. Huah, malah nyanyi. Maksudnya, di sana banyak kuliner lokal yang rasanya ngangenin para perantau macam saya.  Satu-satunya cara untuk mengobati rasa kangen itu adalah dengan membuat makanan kw ala-ala olahan tanganku sendiri.

Meski rasanya tidak sama persis (maklum, saya gak jago masak, hanya suka makan aja), setidaknya rasa yang ada plus penampakan yang mirip membuat rasa kangen ini sedikit terobati. Abis, mau beli, pastinya gak ada yang jual kuliner khas Makassar di Terengganu sini. Di sini mah yang ada bubur lambuk, popia, karipap, canai, es bandung, dan sebagainya. (Namun, saya yakin, satu saat nanti, jika jauh dari negeri ini saya pun akan merindukan kuliner khas negeri jiran ini.)

Sebenarnya, apa sih menu favorit ala Makassar yang sering kujadikan teman berbuka puasa? Sebenarnya banyak, tetapi rasanya cukuplah menuliskan 4 nama makanan saja, dua makanan dan dua minuman.  Enggak usah banyak-banyak. Khawatir nanti rasa kangennya semakin melambung. Susah akunya. Musim mudik kayak gini mah harga tiket udah melambung jauh, tak terjangkau dompet dan atm, hehehe.

Berikut 5 kuliner khas Makassar kesukaanku kala berbuka puasa

1. Jalangkote
Sumber gambar di sini

Tanya aja orang di Makassar, makanan apa yang paling dicari saat berbuka, pasti jawabnya JALANGKOTE. Yes, jalangkote merupakan kuliner peringkat atas yang merajai aneka kuliner di kota daeng.                                                      
Jalangkote merupakan menu khas Kota Daeng, Makassar. Sekilas, jalangkote mirip dengan pastel. Terbuat dari tepung terigu yang diadon bersama mentega/minyak kelapa dan diberi sedikit garam. Untuk isiannya, sangat bervariasi tergantung penjualnya. Sebagai penggungah selera, jalangkote dimakan bersama kuah sambal khas jalangkote. Kalau saya pribadi paling suka yang isinya mie plus potongan singkong. Namun, kata adikku, itu selera isian jalangkote yang paling kampungan. Hehehe.

Gak berkelas” katanya

Oalah, saya baru tahu kalau selera pun ada kelas-kelasnya.

Kata adikku, yang berkelas tuh jalangkote yang isiannya potongan kentang, wortel, bihun, plus telur. Atau ada juga yang agak berkelas, seperti yang sedang trend saat ini, isiannya daging ayam atau sapi. Belum lagi jalangkote yang warnanya hitam. Pokoknya macam-macam dah tampilan dan rasa jalangkote saat ini.

Apa pun itu, saya tetap lebih menyukai jalangkote “rasa kampungan”. Jalangkote yang dijajakan oleh anak-anak yang membawa keranjang plus botol lomboknya sambil berteriak, 

“Jalangggggggkoteeeee” dengan irama yang selalu sama.

2. Bikangdoang

Sumber Gambar di sini

Sejak kecil, saya suka sekali bikangdoang atau terkadang saya menyebutnya kandoang. Doang (udang) yang berada di tengah makanan sejenis bakwan ini menjadi daya tariknya. Harap maklum, waktu masih kecil, udah termasuk makanan mewah bagiku. Jadinya, beruntung banget bisa makan udang yang ada di bikandoang ini. Nah, saking mewahnya udang saat itu, terkadang, penjual menyiasati bikandoangnya dengan hanya meletakkan kepala udang saja, bukan udang utuh. Hikz.

Sama seperti bakwan, bikandoang juga terbuat dari adonan terigu, parutan wortel, tauge, dan daun bawang. Jangan lupa, selalu ada sambal (kami menyebutnya lombok) khas yang rasanya muantap tenan. Nyamanna, kata orang Makassar.

3. Es Pisang Ijo
Sumber Gambar di sini

Es pisang ijo tentu sudah terkenal seantero nusantara. Kuliner yang berbahan dasar pisang ini dibalut dengan kulit berwarna hijau. Kulit pisang ijo biasanya terbuat dari tepung beras atau tepung terigu. Dalam penyajiannya, kuliner ini dilengkapi dengan saus santan yang diberi tambahan sirup khas Makassar, sirup DHT plus susu dan es serut.

Saat ini, tampilan es pisang ijo juga semakin variatif. Berbagai tambahan diberikan, mulai dari sagu mutiara, parutan keju, nangka, dan sebagainya. Rasanya, jadi semakin mantap, deh.

4. Es Pallu Butung
Sumber gambar di sini
Secara umum, es pallu butung sama dengan es pisang ijo. Bedanya, es pallu butung tidak dibungkus kulit apa pun, jadi pisang rebus biasa aja. Perbedaan selanjutnya adalah pemilihan jenis pisang. Es pisang ijo biasanye menggunakan pisang raja, sementara es pallu butung menggunakan pisang kepok. Adapun saus, sirup, susu, dan es sama saja dengan es pisang ijo.

Wow, tahu tidak, saya nulis ini sambil menahan air liur dan menahan rasa rindu akan kampung halaman. Qadarallah, tahun ini kami tidak mudik dan akan merayakan hari raya Idulfitri di negeri orang kembali. 

Buat teman-teman yang mudik tahun ini. Hati-hati di jalan dan semoga selamat sampai tujuan dan jangan lupa titip salam buat keluarga di kampung halaman. 
*

  • Share:

You Might Also Like

10 komentar

  1. Sekilas, jalangkote ini mirip pastel dan bikangdong seperti bakwan udang kalau di Jawa ya,Bun? Ah, makanan daerah memang seringkali bukin kita kangen kalau sedang berada di negeri orang. Makanan Makassar apalagiii ... Enyak-enyak banget. Aku masuk barisan penyuka es pisang ijo dan es pallu butung juga, lho.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sajian es memang paling ditunggu untuk berbuka puasa. Kuliner tanah air memang mirip meski berbeda nama.

      Delete
  2. Jalangkote aku juga suka, sama konro. Aku tau-nya jalangkote yang isian wortel, kental dan telor itu. Ternyata banyak varian isinya, ya
    Aihh, betapa kayanya Indonesia dengan aneka ragam kuliner ya ya, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seiring perjalanan waktu, jalangkote juga mengalami banyak varian rasa dan tampilan. MUngkin, biar gak membosankan.

      Delete
  3. jalangkote mirip pastel, kalau bikandoang mirip heci atau ote-ote di malang, hehehe. Es pisang ijo juga udah banyak di Malang dan saya suka saya suka, wah ternyata makanan khas Makassar ya

    ReplyDelete
  4. Es palubutung n es pisang ijo aq syukaaa mba. Jalangjotte juga demen. Cotto mana cotto...hihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coto Makassar nunggu lebaran dulu, Mba. Hehehe

      Delete
  5. Aku suka jalangkote yang isi wortel, dkk makannya pakai sambah...wow, lezat

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak yang baik. Happy Blogging