Catatan Kecil Dari Ajang Challenge 30 to 30

Saturday, 13 January 2018

Tak pernah terbayangkan kalau ternyata saya akan bergelut dengan dunia editor. Ternyata, dunia ini asyik juga. Serasa berwisata di dunia kata. Bayangkan, saya harus bergelut di tengah puluhan artikel milik para penulis peserta lomba menulis challenge 30 to 30, sebuah lomba menulis yang diadakan Joeragan Artikel bekerja sama dengan Indscript.


Lomba ini keren banget, lho. Bayangkan, para penulis ditantang untuk menulis selama 30 hari dengan satu tema sentral UTANG. Kebayang, kan. Mabuk UTANG deh para peserta maupun para editor yang diterjunkan untuk mengedit naskah para peserta  challenge ini. 


Nah, di hari- pertama, tugas sebagai editor cukup berat. Kebanyakan artikel yang masuk menyisakan kernyitan karena saya harus berpikir keras untuk menyelaraskan tulisan-tulisan tersebut. Ada yang tanda bacanya masih berserakan, ada yang antar kalimat masih gak nyambung, ada yang lupa hastag, dan sebagainya. Pokoknya, lumayan bikin puyeng, deh.

Namun, di pekan kedua, saya kembali harus kembali mengernyit (hobi mengernyit sih, hehehe). Bukan karena harus bekerja keras merombak tulisan tapi sebaliknya.....tulisan-tulisan yang masuk sudah kece-kece (ngerti kece, kan? Istilah ini dipakai waktu zaman ABG-ku dulu. Kira-kira artinya sama dengan keren. Btw, istilah ini masih dipakai, ya? soalnya sering melihatnya berseliweran di dunia maya). 

Saya pun terpana, Masya Allah, rupanya para penulis belajar dengan cepat. Alhamdulillah, mereka "nurut" dengan editor (kebayang, saya selama ini suka ngeyel dengan editor yang membidani buku-bukuku. Duh, maafkan dakuh Bapak dan Ibu editor-ku)

Dan, ternyata, bukan hanya saya yang terpana. Si penulis itu sendiri sampai melongo karena katanya selama ini banyak merasakan tajamnya gunting kata para editor melebihi ketajaman silet (oalah, kok malah bawa infotainment, sih...). Gak percaya? Nih, buktinya. 

Satu lagi, selain salut pada para peserta, saya pun harus angkat topi pada ketajaman dan kecepatan  mengedit Bu Ketua Editor, mba Kartika. Dari hasil editannya, saya belajar sangat banyak. Salah satunya adalah belajar melatih mata untuk segera menangkap ada sesuatu yang tidak beres pada untaian kalimat yang ada di depan mata.

Jujur, saya terkadang bandel, lho. Sengaja melewatkan sedikit kesalahan dan berharap mba Tika tidak melihat kesalahan tersebut. Namun, tetap saja kesalahan itu terlihat olehnya. Masya Allah, dirimu kece banget, Mba.

Lagi satu, karena setiap hari berinteraksi dengan UTANG, tangan ini rasanya gatal bila tidak ikut menulis tentang tema ini. Bukan, tulisan tersebut bukan untuk ikut dalam lomba ini namun saya pajang di akun UC News-ku. 

Dan.....Alhamdulillah, viewernya ribuan. Bukan hanya itu, komentar-komentar yang masuk juga lucu-lucu. Masa' ada yang nyuruh ikut Mikrofon Pelunas Utang supaya utang-utang kita lunas. Hihihi...

Ikut Mikrofon Pelunas Utang Aja...


Ada yang curhat


Biar Gak Terjerat Utang, nih





1 comment:

  1. Selamat bertugas bu editor. Keren ini, kelas menulis artikel di mana Mbk? Sukses lalu ya, biar gak ada hutang hehehe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak. Insya Allah, saya akan berkunjung balik ke blog teman-teman semua. Happy Blogging

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...