Tanah Haram, Inginku di 2018

Tuesday, 23 January 2018


Pelan-pelan 2018 telah datang menyapa seluruh penghuni bumi. Di tahun yang baru, di hari yang baru, apa sajakah yang ingin dikerjakan? Hm, istilahnya resolusi. Kalau saya, inginnya di tahun 2018 ini kembali menghasilkan buku sebagaimana komitmen awalku saat kembali menapaki dunia menulis. 


Terakhir kali menerbitkan buku solo adalah di tahun 2014. Sudah lama banget, ya? Alhamdulillah, buku tersebut sempat best seller, dicetak ulang, dan royaltinya masih bisa saya rasakan saat ini. Selain itu, buku tersebut sempat menjadi satu dari 5 nominasi buku terbaik versi IBF 2016 serta telah ikut dalam ajang Frankfurt Book Fair dan Beijing Book Fair. Buku tersebut adalah NABI MUHAMMAD Shalallahu alaihi wa sallam THE REAL MOTIVATOR.


Nah, itu adalah rencana yang ingin saya lakukan di 2018. Semoga bisa terlaksana dengan baik. Doakan saya, ya…*ala benteng takeshi

Wisata 2018

Selain menghasilkan buku kembali,  di 2018 ini, rasanya pengen mengunjungi beberapa tempat  yang mudah dijangkau. Hm, sebenarnya ada beberapa tempat sih. Alhamdulillah, kemarin kita baru saja beli mobil lagi. Bukan baru sih karena seken tapi lumayan bagus dan sesuai dengan kebutuhan kami sebagai satu keluarga dengan lima orang anak. 

Sebelumnya mobil kami adalah mobil sedan dua baris (lha, memang ada sedan yang lebih dari itu? Hihihi). Kebayang kan, gimana keluh kesah anak-anak saat kami jalan bersama.

Mobil baru jalan sebentar, eh ada yang nangis akibat tergencet. Tak lama kemudian, ada yang ngambek karena kepanasan (Ac mobil rusak). Atau ada yang bertengkar karena saudara yang di sampingnya duduk terlalu dempet. edebre, edebre..... 

Huah.... pokoknya rame rasanya.

Kebetulan, salah seorang teman pensyarah suami sudah lama menawarkan mobil tipe mpv-nya. Saking pengennya dia menjual mobil tersebut pada suami, tak jarang dia “mengejek” mobil kami. 

Kereta pasar malam la tu” begitu dia menjuluki mobil tua kami. Hihihi…

Herannya, meski berniat menjual mobilnya karena lama tidak terpakai (dia punya dua mobil, satu untuknya dan satu untuk istrinya sementara mobil yang ingin dijualnya ini disimpan di kampung) tapi dia tak mau menjualnya pada orang lain. Harus suami yang boleh beli atau tidak dijual saja.

Saya sayang kereta tu, karenanya saya hanya percayakan kereta itu pada orang yang bisa saya percaya….” Demikian alasannya saat suami agak jengah ditawari mulu. Ribet banget, ya...
*(Orang Malaysia menyebut mobil dengan kereta)

Lho.....Kan katanya mau ngomongin tempat yang ingin dikunjungi tapi kok malah ngomongin mobil?


Jadi gini, mumpung masih di Malaysia, pengennya sih mengeksplore negeri-negeri yang ada di negara ini. Nah, yang paling nyaman untuk melakukan hal itu adalah dengan menggunakan MOBIL pribadi.  Kalau pakai mobil lama sih rasanya gak mungkin. Maklum mobil tua, udah gak kuat manjat di tanjakan dan gak bisa dipakai lama. Bisanya cuma dipakai buat jualan di pasar malam. Hihihi

Nah, dengan mobil ini, keinginanku tersebut, Insya Allah bisa terwujud. Tinggal lihat jadwal cuti suami dan anak-anak, aja. Udah itu wuzzzzzzz, jokka-jokka deh. Apalagi di negeri ini, tempat perhentian (R&R alias rawat dan rehat) banyak tersedia di sepanjang lebuh raya (jalan tol) dan nyaman banget buat disinggahi. Selain itu, negeri ini juga cukup aman untuk dijelajahi, meski malam sekalipun.

Beberapa tempat yang ingin saya datangi di negera ini adalah

1   Mengeksplore Kelantan

Tahu atau setidaknya pernah dengar nama Kelantan, kan? Biasanya sih, kalau dengar nama ini orang langsung mengaitkannya dengan kasus salah seorang artis Indonesia dengan salah seorang pangeran di negeri tersebut.

Mengapa memilih Kelantan? Karena, negeri tersebut paling dekat dengan Negeri Terengganu, tempatku. Selain ingin melihat dan menikmatis suasana Kota Bharu (ibukota Negeri Kelantan), mengunjungi pasar khusus perempuan serta mendengar langsung bahasa dan dialek Kelantan (Bahasa Kelate) yang sangat berbeda dengan Bahasa Melayu yang biasa digunakan di Negeri Selangor.

         Mengeksplore Pahang

Colmar Tropical
Sumber gambar : http://www.maisinggah.com/wp-content/uploads/2017/06/Tempat-Menarik-di-Bukit-Tinggi.jpg

Negeri Pahang juga berbatasan langsung dengan Negeri Terengganu. Di negeri ini, banyak sekali tempat-tempat yang bisa didatangi. Ada Genting Highland, Cameron Highland, Colmar Tropical di Berjaya Hill (di sini bisa menikmati suasana Eropa dan Jepang, lho), dan banyak lagi.

         Mengeksplore Malaka

Negeri Malaka telah tercatat sebagai kota warisan dunia. Pengen banget ke sana sembari melihat-lihat keunikan negeri ini. Pasti seru mengunjungi negeri yang namanya paling sering disebut saat pelajaran sejarah dulu. Pelabuhan Malaka, salah satu pelabuhan terbesar di zamannya. 


Pengen juga ke Port Dickson bahkan Sabah Serawak. Pokoknya, pengennya bisa mengeksplore satu Malaysia deh.

Namun, ada satu tempat yang dari dulu sangat ingin saya kunjungi. Dan, sama seperti kaum muslimin lainnya, tempat ini pastinya menjadi tempat yang paling diimpikan untuk didatangi dan dikunjungi. Bukan hanya sekali, bahkan sampai berkali-kali.

Tanah suci Mekkah dan Madinah



Ya Allah, berikan hamba-Mu kesempatan untuk segera menginjakkan kaki dan beribadah di tanah haram-Mu.

Ya Allah, berikan hamba-Mu kesempatan untuk itu selama masih ada kekuatan dan umur ini.

Ya Allah, tak ada yang tak mungkin bila itu adalah kehendak-Mu. Karenanya, kabulkan doa hamba-Mu ini…

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

*


*Tulisan ini diikutkan dalam program  #SatuHariSatuKaryaIIDN

4 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...