Boleh dibilang, ibu rumah tangga adalah profesi tersibuk di dunia. Profesi ini tidak mengenal jam istirahat, tetapi ironisnya paling sering dipandang sebelah mata. Salah satunya karena profesi ini dianggap tidak  menghasilkan materi, berbeda dengan profesi lain yang memiliki penghasilan rutin.

Boleh juga dibilang bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga artinya siap untuk mengabaikan diri dan kepentingan sendiri. Begitu banyak pekerjaan yang tergantung di bebannya, apalagi bila seorang perempuan harus mengurus suami dan anak-anaknya tanpa bantuan asisten rumah tangga. Belum lagi kalau anaknya banyak dan aktif, sementara suami tipe cuek beibeh. Huahhh.

Alhamdulillah, saya pernah merasakan masa-masa indah itu. Menetap di kota lain yang jauh dari keluarga besar. Hanya bersama suami dan keempat anakku yang jarak usianya cukup berdekatan. Kebayang repotnya saat itu. Bahkan, hanya sekadar bisa buang air kecil ke kamar mandi tanpa jeritan si kecil, itu sudah merupakan nikmat yang sangat berarti. Masya Allah.


Tak heran, bila rutinitas monoton itu berpotensi besar menghadirkan kejenuhan maupun kelelahan fisik dan mental. Berbeda dengan ibu bekerja yang setiap hari bisa bertemu orang lain, ibu rumah tangga hanya bisa 4 L, lu lagi lu lagi alias anak, anak, dan suami.

Tentu saja kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kelelahan dan kejenuhan yang dibiarkan menumpuk dapat memuncak menjadi depresi yang tentu saja akan berakibat tidak baik, tidak saja bagi si ibu tetapi juga bagi anggota keluarga yang lain.

Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan Me Time bagi si ibu agar “kewarasannya” tetap terjaga. Me Time diperlukan sebagai penyeimbang di antara sekian banyak kesibukan menyelesaikan pekerjaan yang hanya berkutat seputar urusan domestik, yakni dapur, sumur, kasur.

Berikut beberapa alasan mengapa ibu perlu Me Time.

1. Ibu Juga Perlu Privacy

Bekerja setiap hari selama hampir 24 jam maupun diikuti bak bayangan ke mana saja pergi oleh anak-anak merupakan hal yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan seorang ibu rumah tangga. Hal ini membuat ibu seolah tidak mempunyai privacy, padahal ibu juga manusia biasa yang punya rasa, punya hati jangan samakan dengan pisau belati....(cung yang auto nyanyi...)

 2. Mudah Letih Karena Multitasking


Perempuan adalah makhluk multitasking, buktinya seorang ibu dapat melakukan banyak pekerjaan dalam waktu bersamaan. Lihat saja, saat seorang ibu yang sedang menuju dapur untuk memasak, biasanya sekalian membawa pakaian kotor untuk dimasukkan ke mesin cuci. Bukan hanya itu, sembari memasak, ibu juga bisa sekaligus mencuci piring dan membersihkan rumah. Akibatnya, tubuh ibu menjadi letih karena banyaknya pekerjaan yang diselesaikannya dalam waktu hampir bersamaan.

Karena multitasking inilah, sebuah penelitian yang dibuat oleh  Sleep Research Centre, Loughborough University  menyatakan bahwa perempuan lebih membutuhkan banyak waktu untuk beristirahat daripada laki-laki. Bagaimana para ibu, sepakat dengan hasil penelitian ini?

3. Ibu Perlu Mengurus Banyak Orang


Ibu adalah tokoh utama yang memegang peranan sangat penting dalam lancarnya roda kehidupan berumah tangga. Ibu adalah orang yang berada di balik kesuksesan suami dan anak-anaknya. Untuk menyukseskan semua itu, ibu harus sehat dan terjaga mood-nya sehingga tetap  waras dalam menjalankan rutinitas sehari-hari, baik itu sebagai istri maupun ibu.

Lalu, bagaimana Me Time yang sesuai untuk ibu rumah tangga? Semuanya tentu saja menyesuaikan dengan kondisi dan kegemaran si ibu tersebut. Kalau aku, inilah Me Time yang biasa kulakukan. 

1. Mandi Sepuasnya

Urusan mandi jangan dianggap sepele, lho. Saya pernah berada di posisi ini. Jangankan bisa mandi sepuasnya, baru juga menutup pintu kamar mandi, tiba-tiba gedoran demi gedoran membuatku terkadang membatalkan niat mandi. Jadi, ketika anak bisa dipegang suami, mintalah waktu untuk bisa mandi sepuasnya (sekalian luluran, maskeran, atau keramas).

Setelah mandi, kesegaran akan menjalar ke seluruh tubuh. Rasanya, seperti habis di-charge. Ibu pun siap menjalankan rutinitas dengan penuh antusias.

2. Menikmati Makanan Kesukaan

Sejak menikah dan punya anak, saya harus merelakan selera makanku mengikuti mereka. Ya, suami dan anak-anak (yang kala itu masih kecil, kalau sekarang mah si sulung malah jadi penyuka makanan super pedas) tidak suka makanan pedas, yang bertolak belakang dengan seleraku.

Nah, kalau lagi bete atau jenuh, saya biasanya membuat makanan sesuai selera. Makanan itu akan saya nikmati perlahan-lahan. Hm, rasanya segar dan semangat memancar kembali. Sambal cabe yang lumayan pedas membuatku semangatku ikut membara. 

3. Membaca atau Menulis


Membaca dan menulis merupakan hal yang satu paket bagiku. Keduanya adalah Me Time yang bisa menjaga kewarasanku. Membaca bisa membuat wawasanku bertambah dan menjadikan pikiranku lebih segar. Menulis bisa membuatku bahagia karena menyalurkan hal-hal yang kusukai menjadi tulisan yang (semoga) bisa bermanfaat.  Alhamdulillah, aku punya blog yang memungkinkanku menulis curhat-curhatan di sana. Aku juga bisa menulis di media online dan bisa juga menulis artikel islami di majalah dakwah yang di sana aku tercatat sebagai salah seorang kontributor tetapnya.

4. Olahraga

Kapan terakhir kali teman-teman berolahraga? Kalau saya, baru saja habis dari kompleks olahraga yang ada di dekat rumah. Lumayan, di hari libur begini, kegiatannya diisi dengan berlari dan berjalan mengelilingi stadion.  

Ini juga bisa menjadi Me Time yang murah meriah dan menyehatkan. Dengan catatan, sepulang berolahraga jangan dibombardir dengan nasi dagang, teh tarik atau teh peng berbuih. 


5. Bertemu Teman/Berkomunitas

Zaman sekolah dan kuliah dulu, aku paling suka berteman. Bahkan, sempat beberapa kali bikin genk dengan sahabat-sahabat yang sehati sejiwa. Qadarallah, sejak menikah, kami jarang bertemu lagi. Apalagi banyak sahabat yang tinggalnya jauh di kota lain.

Kini, kegemaranku berteman kusalurkan dengan berkomunitas.  Komunitasku lumayan banyak dan beragam, mulai dari komunitas menulis, blogger, pecinta buku, kuliner, dan sebagainya. Rasanya, senang sekali bisa bersama dengan orang-orang yang memiliki kesamaan tersebut, apalagi kalau sesekali bisa kopdaran. Seru banget, pokoknya. 

Me Time memang tak selalu harus yang mahal dan menyita waktu yang lama. Kalau teman-teman, Me Time-nya diisi dengan kegiatan apa aja? Sharing, yuk.
*

(Tulisan diikutsertakan dalam blog challenge Indscript Writing "Perempuan Menulis Bahagia')

1 Comments

  1. Ibu rumah tangga menurut saya adalah super woman. Tidak bisa disamakan atau dibandingkan antara ibu rumah tangga dengan wanita karir, sebab ibu rumah tangga itu tujuannya ibadah, sedangkan wanita karir tujuannya mencari uang. Dua-duanya harus kita hormati karena punya alasan sendiri untuk memilih diam di rumah sebagai seorang ibu rumah tangga atau jadi wanita karir.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak yang baik. Happy Blogging