Setelah menghabiskan tiga malam di penginapan di kawasan Taman Air mancur, Bogor, tempat selanjutnya yang kami tuju adalah sebuah homestay yang ada di wilayah Sentul. Kalau dipikir-pikir, baru kali ini kami berlibur selama sepekan, tetapi harus tiga kali gonta ganti tempat. Pertama di Perumahan Victoria Sentul, berlanjut ke RedDoorz di tengah Kota Bogor, dan berakhir di Cluster The Breeze, Sentul (lagi). Qadarallah, rencana yang sudah disusun saat di Malaysia, porak poranda karena satu dan lain hal.


Ngomongin homestay Womy Homy ini, kami benar-benar puas dibuatnya. Saking sukanya, suami bahkan berencana ngontrak rumah di cluster ini saja sekiranya kami nanti benar jadi pindah ke kota ini. Kebetulan, masih banyak rumah yang kosong dan dikontrakkan di wilayah ini. Abis, suasananya adem, dekat kampus suami dan si sulung, serta Insya Allah aman karena ada satpam yang senantiasa berjaga di pintu gerbang.  

Womy Homy ini berada di Jalan Jungleland Avenue, Cluster The Breeze, blok 8 nomor 9, Babakan Madang, Sentul. Homestay seluas 120 m2 ini memiliki dua kamar tidur, dengan kamar utama yang dilengkapi satu kasur double size, sementara kamar kedua dilengkapi dengan satu kasur single serta dua kasur busa cadangan.


Living Room

Di penginapan juga terdapat juga sebuah satu kamar mandi yang dilengkapi dengan sabun dan shampo cair, handuk, AC di tiap ruangan, sofa, televisi, meja makan, ruang jemuran, teras belakang, serta dapur lengkap dengan air galon dan peralatan masak.



Ruang Makan

Kami tiba di homestay ini untuk pertama kalinya sekitar pukul tiga sore hari. Si sepanjang jalan memasuki wilayah Sentul Nirwana, suasana hiruk pikuk Kota Bogor langsung menguap berganti dengan sejuknya pemandangan dan serunya kelokan demi kelokan jalan yang kami lalui.  

Melihat sepinya jalan, saya mulanya berpikir kalau kami akan memasuki daerah pelosok yang jauh dari mana-mana (terutama tempat makan). Namun, ternyata saya salah besar karena ketika kendaraan semakin mendekati Cluster The Breeze, di sepanjang jalan berjejer warung makanan yang menggoda selera.




Tanpa kesulitan, kami segera menemukan homestay yang dituju. Dengan ramah, satpam penjaga kompleks menunjukkan letak homestay tersebut ketika kami bertanya di gerbang. Mereka juga langsung tahu tujuan kami ketika kami menyebutkan alamat blok yang dituju.

Pemandangan  Depan Rumah

Rumahnya keren....” celutuk Khaulah dan Hilyah bersamaan ketika kami telah memasuki tempat tersebut. Tanpa ba bi bu, keduanya langsung menuju kamar. Keduanya sudah tidak sabar ingin melihat kamar yang akan menjadi milik mereka selama tiga hari ke depan.    

Rumahnya memang keren dan yang paling kusuka adalah teras belakang yang berisi satu set kursi besi. Keren bangen rasanya kalau duduk di sini sembari kopdaran dengan teman-teman blogger. Wih, jadi pengen kopdaran, nih. Qadarallah, selama sepekan berada di Bogor, saya tidak sempat ketemuan dengan teman-teman.





Dan, otak emak-emak rumahanku langsung berpikir cepat ketika melihat ada ember di kamar mandi. Saat itu pikiranku langsung teringat dengan pakaian kotor yang lumayan banyak. Sebelumnya, saya sempat me-laundry pakaian di dekat rumah kost si sulung. Namun, karena pakaian tersebut dipakai kembali, tentu saja pakaian kotor kembali menggunung.

Sebenarnya, sewaktu masih di penginapan sebelumnya, saya telah menghubungi laundry terdekat dari penginapan. Namun, alih-alih pakaianku di laundry, yang ada malah saya kena damprat gara-gara dikira cem-cemannya istri si empunya laundry. Saya sampai gemetar dan untungnya suamiku yang langsung membalas SMS itu. Benar-benar bikin kesal. Huffh

Sejak itu saya gak mau me-laundry lagi. Biar deh, pakaian yang ada dimaksimalkan saja sampai kami kembali ke Terengganu. Namun, rasanya tangan ini gatal melihat ember, air yang banyak, serta tempat menjemur yang lengkap dengan hanger-nya. Hm, kalau sudah begini, bukankah lebih baik saya mencuci aja. Insya Allah, dalam waktu tiga hari, pakaian-pakaian itu pasti udah kering, meski tempat ini tidak menyediakan mesin cuci dan setrika. 

Nah, setelah mengatur barang, suami mengajak keluar kompleks untuk melihat situasi di sekitar tempat itu. Kebetulan, bisa sekalian beli deterjen buat merendam cucianku yang seabrek. (Sst, nyuci pakaian adalah pekerjaan rumah yang paling kusenangi. Maklum, sejak kelas 6 SD, saya udah dapat tugas mencuci pakaianku dan pakaian adik-adikku. Jadi, udah berasa mendarah daging, hehehe)



Pemandangan depan rumah


Begitu sampai di luar komplek, kami terkejut karena ternyata jalan raya yang ada di depan komplek sangat ramai oleh kendaraan yang lalu lalang. Bahkan, banyak terdapat bus-bus wisata serta   di sepanjang jalan banyak terdapat banyak penjual oleh-oleh khas Bogor, mulai dari talas, tape ubi (di Makassar kami menyebutnya poteng), aneka dodol, asinan, dan banyak lagi.








Dari keterangan penjual sate yang ada di dekat situ (kebetulan kami membeli satenya buat makan malam) tempat ini memang selalu ramai, terutama weekend. Bus-bus yang lewat berasal dari Jakarta yang membawa para penumpangnya, wisatawan domestik, menuju lokasi wisata Gunung Pancar. Akang penjual sate itu juga menunjukkan lokasi Gunung Hambalang, tempat kediaman Pak Prabowo. Tak lupa, si akang bercerita tentang kebaikan Pak Prabowo, khususnya yang telah dirasakan oleh masyarakat di sekitar tempat tersebut.



Pokoknya, seru rasanya duduk di pinggir jalan sembari menikmati pemandangan pegunungan dari kejauhan. Belum lagi hiruk pikuk kendaraan yang membuat suasana menjadi sangat ramai. Qadarallah, kami tak bisa berlama-lama di sana karena (seperti biasa) hujan turun di sore hari menyapa masyarakat kota hujan tersebut. 

"Allahumma shayyiban naa'fiah"

Sayangnya, kami agak terganggu dengan televisinya yang entah mengapa tidak bisa berfungsi dengan baik. Mungkin, karena gak punya tivi jadinya kami gak bisa mengutak-atik alat elektronik tersebut. Padahal, anak-anak kepengen banget nonton dan bisa menikmati siaran langsung dari stasiun televisi tanah air. Ya udah, nontonnya ala kadarnya aja. 

Selain televisi, kami suka banget tempat  ini. Asyik banget rasanya menginap di homestay yang telah menyambut tamu di salah satu aplikasi sejak 15 Maret 2018. Sepertinya, kalau kami ke Bogor lagi, tempat ini akan menjadi pilihan kami kembali. Insya Allah.


*

Review Singkat Homestay Womy Homy, Sentul, Bogor
Harga
Fasilitas
Landmark Terdekat
Waktu
RM 87/day
Atau sekitar Rp304.500/hari
(Rm1=Rp3500)
1. Dua kamar tidur
2. Satu kamar mandi (lengkap dengan toiletries dan handuk)
3. Teras belakang
4. Ruang jemuran
5. Dua kasur cadangan
6. Sofa
7. Lemari
8. Televisi (dilengkapi pemutar DVD dan CD)
9. Meja makan
10. Kulkas,
11. Dapur lengkap dengan air galon dan peralatan masak
12. Garasi
1.Jungleland Adventure Theme Park (0,7 km)
2.Gunung Pancar (1,3 km)
3.Sentul International Circuit (6,9 km)
4.Gunung Hambalang (3 km)


Check in mulai  pukul 14.00 dan  
Check-out Sampai jam 12.00
  
   

17 Comments

  1. Wahhh saya baru dengar tempat ini. Jadi penasaran pengen kesana juga deh

    ReplyDelete
  2. Waah postingannya sangat menginspirasi sekali, saya wajib mencobanya juga deh hehehe

    ReplyDelete
  3. Masya Allah...lokasi yang menyenangkan ya Mbak. Bagi emak-emak mencuci itu sesuatu ya Mbak...pengennya bersiiih semuanya. Jadi pengen stay disana juga.

    ReplyDelete
  4. Wah murah juga ya biaya homestaynya. Mbak Haeriyah lagi liburan panjang kah? Seru banget seminggu full jalan-jalan. Oh, ya, ada pengalaman buruk sama istri yang punya laundryan pasti nantinya inget terus. Btw, tempatnya nyaman, ya, rumahnya luas dan viewnya juga lumayan.

    ReplyDelete
  5. Masya Allah homestay yang nyaman dan terbilang murah ya 😍

    ReplyDelete
  6. Murmer banget homestaynya, pas banget tuh buat liburan keluarga kecil.
    Fasilitas lengkap, pemandangan cantik, lengkap sudah.
    Apa lagi kalau dekat mau beli-beli sesuatu.
    Rekomended banget ya :)

    ReplyDelete
  7. Asyik ya bisa jalan-jalan bareng keluarga dan nginep di homestay yang keren seperti itu. Pastinya anak-anak seneng banget. Xixi, nagih lagi deh pastinya...

    ReplyDelete
  8. Home stay gitu ya Mbak. Kalau nginepnya perlu menyewa satu rumah gitu kah? Kan kadang kalau traveling sendirian begitu jadi boros takutnya. HEhehe...

    ReplyDelete
  9. Hemat harganya ya, Mbak...Daerah situ memang adem, seger..Kalau tempat kerja dekat situ enak tuh tinggal sana. Kalau kerja di Jakarta ya tepar, macet di tol parah
    Aku hari Minggu yang lalu lewat sini, anakku ada kegiatan sekolah di Gunung Pancar:)

    ReplyDelete
  10. Sejuk sekali ya mba lingkungan rumahnya. Aku kira masih sepi daerahnya ternyata rame juga dekat tempat wisata. Pengen deh kapan kapan kalau ke bogor nginep disana juga

    ReplyDelete
  11. Homestay Homy Womy kelihatannya enak ya tempatnya, sejuk :) Kapan mau kopdar bloggernya, Mbak? Ikutan dong kalau ada :)

    ReplyDelete
  12. Waaah kalau udah ngomongin Sentul, pasti yang diinget hawa sejuk, dingin, asri, menenangkan deh pokoknya. Jadi pengen coba home stay nya kapan-kapan, heheh. Makasih mba infonya.

    ReplyDelete
  13. Namanya lucu Womy Homy. Ternyata lengkap yaa homestaynya. Terutama tempat jajan yah. Btw...lucu juga Kak...Wong picnic, hobby nyuci kebawa-bawa. Kering ga Kak?...Hehe...

    ReplyDelete
  14. Wah jadi ikut membayangkan berada di penginapan Womy homy. Udh sejuk hawanya, bangunan bagus, terjangkau pula. Semoga keinginam tinggal di Bogor tercapai ya mba...

    ReplyDelete
  15. Womy Homy aku jadi inget bukunya Najib, House of Wormy, heheh. Beda dikit sih. Btw, aku juga pernah ngalami geregetan kepengin nyuci pas lagi piknik gini. Kebetulan dapat hoelnya yang kamar mandinya enak dan gantungannya banyak jadi bisa buat nyantolin baju basah, hahaha. Akhirnya aku nyuci donk, meskipun cuma pakaian dalam.

    ReplyDelete
  16. asyik banget memang ya. luas, hawanya sejuk dan pemandangannya indah

    ReplyDelete
  17. Pernah ke Sentul tapi baru tahu ada tempat sebagus dan sesejuk itu. Tahunya jauh dan macet aja... hehehe.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak yang baik. Happy Blogging