Jalan-jalan Di Seputaran Rumah Sebagai Sarana Mendekatkan Hubungan Orang Tua Dan Anak

Friday, 2 February 2018

Jalan-jalan Di Seputaran Rumah Sebagai Sarana Mendekatkan Hubungan Orang Tua Dan Anak

Tentu saja, anak-anak paling senang bila diajak berjalan-jalan. Ke mana saja, entah itu diajak jalan ke mall, diajak rekreasi ke tempat wisata, bahkan sekedar di ajak ke warung dekat rumah. Hehehe

Kebiasaan berjalan-jalan, pernah kurasakan saat masih kecil. Saat itu Bapak Rahimahullah, setiap sore senantiasa mengajak kami berjalan-jalan di seputar rumah. Lingkungan yang saat itu masih banyak ditumbuhi pohon liar dengan bunga-bunganya yang cantik, membuat saya senantiasa membawa "oleh-oleh" buat Mama. Sekuntum bunga berwarna merah atau kuning menjadi buah tanganku kala itu.


Apa yang kurasakan saat itu? Senang banget rasanya bisa berkeliling bersama Bapak dan adik-adik tercinta. Cara sederhana yang masih terus kuingat hingga kini saya pun telah memiliki lima orang anak.

Kebiasaan berjalan-jalan ini, telah kutularkan pada anak-anakku. Alhamdulillah, anak-anak suka sekali diajak berjalan-jalan, meski hanya seputaran rumah. Meski tidak terjadwal, saya sering mengajak anak-anak berjalan-jalan. Dan dari hasil berjalan-jalan ini, saya merasakan banyak manfaat yang bisa dirasakan anak-anak. 

Pertama, berjalan-jalan di seputaran rumah mengajar anak untuk mengenal siapa tetangganya. Meski kini kami menetap di Terengganu, Malaysia yang lingkungan pertetanggaannya tidak seakrab di Makassar, tapi saya tetap mengajak anak-anak berkeliling di seputaran rumah. Agak jarang nemu orang-orang sebagaimana di Makassar, sih. 

Hasil jalan-jalan ini, membuatku kemudian mengenal satu keluarga yang berasal dari Yaman, Ummu Razzan dengan dua anak kecilnya serta seorang adik iparnya. Perkenalan tersebut bermula saat saya dan anak-anak menyelesaikan satu putaran jalan-jalan sore kami. Saat melihat ada seorang anak laki-laki kecil (sekitar dua tahun)yang berdiri di pinggir jalan, tentu saja saya mendekati dan ingin menyampaikan ke orang tuanya betapa bahayanya membiarkan anaknya seorang diri di jalanan yang sunyi. 

Ealah, bukannya nangis disamperin orang asing, si anak malah minta digendong dan minta diajak pergi. Waduh, tentu saja saya dan anak-anak bingung. 

"Dia mau ikut, Ummi...." ujar anak-anakku. 

Saat melongok ke dalam rumah lewat pintu yang terbuka, terlihat dua orang wanita berpakaian sama sepertiku serta seorang pria yang terlihat sedang bersiap-siap untuk pergi. Melihatku  di depan rumahnya, salah seorang perempuan itu kemudian keluar dan kami pun berkenalan ala tarzan. Maklum, beliau tak paham bahasa selain Bahasa Arab sementara saya tak paham Bahasa Arab, hohoho.

Dari hasil pertemuan itu, saya sempat belajar Bahasa Arab di rumahnya dan beberapa kali dihadiahi makanan arab yang enak punya. Alhamdulillah.

Kedua, berjalan-jalan merupakan kegiatan berolahraga jalan kaki yang lumayan menguras keringat. Selama berada di negeri ini, kami jarang berolahraga. Setiap hari, anak-anak ke sekolah menggunakan kendaraan, saya pun kalau berbelanja biasanya ke supermarket juga menggunakan kendaraan. Otomatis, badan ini kurang bergerak. Jadinya, kalau sore hari saya sering mengajak anak jalan-jalan seputaran rumah. Yah, daripada bete melihat mereka nge-gadget melulu..

Ketiga, dengan berjalan-jalan, saya bisa mengenalkan banyak hal pada anak-anak. Mengenalkan macam-macam ciptaan Allah Subhanahu wa ta'ala baik berupa hewan, tumbuhan, maupun alam semesta lainnya.

Keempat, sama seperti yang kurasakan waktu kecil. Berjalan-jalan bersama anak-anak akan meningkatkan bounding antara anak dan orang tua. Saya ingin, kelak, jalan-jalan kecil ini akan terpatri dalam ingatan mereka sebagaimana saya mengingat jalan-jalan yang dulu saya lakukan dengan Bapak dan adik-adik.

Tentu saja, masih banyak manfaat lainnya dari mengajak anak berjalan-jalan di seputaran rumah. Satu yang pasti, jalan-jalan itu mengasyikkan.

*










No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...