SAHUR DI RAMADHAN HARI PERTAMA

Thursday, 18 June 2015

Jarum jam menunjukkan sekitar pukul 2.30 dini hari ketika hiruk pikuk pekikan suara ditingkahi bunyi-bunyian alat musik mengusik tidurku. Aku tahu pasti suara itu berasal dari anak-anak muda yang tergabung dalam sebuah komunitas supporter sepak bola daerah. Mereka memang biasa bermalam di rumah salah seorang tetangga yang berjarak dua rumah dari rumahku.

“Sahur…sahur….” Pekik mereka dengan beraneka macam nada suka-suka.

Hm, meski sangat berisik tapi terus terang aku terbantu dengan kebisingan mereka. Setidaknya, rasa kantuk dan malasku harus segera kusingkirkan untuk segera beranjak ke dapur dan menyiapkan sajian sahur untuk seisi rumah. Alhamdulillah, sore kemarin aku telah menyiapkan menu sahur dan rencananya akan dioleh menjadi ayam goreng kecap, kesukaan anak-anakku. Maklum hari pertama, jadi lidah mereka harus dimanjakan biar semangat puasanya.

Saat sedang berjibaku di dapur, satu persatu anakku bangun. Alhamdulillah, tanpa dibangunkan mereka bangun sendiri.

“Ribut sekali bela itu anak Maczman…” keluh Nusaibah, anakku yang nomor tiga.



“He-eh. Ya udah, tunggu saja di luar. Ini, Ummi masakkan kesukaan kalian. Ayam goreng kecap….”

“Asyik…..” seru Nusaibah yang ditimpali adiknya Khaulah yang juga sudah bangun.

Keduanya kemudian duduk di depan tv entah sedang menonton apa. Tapi sepertinya acara lomba dai-daian deh…

“Ayo, makanannnya sudah siap….”

Sumber: http://mocalover.blogspot.com/2014/01/resep-ayam-bakar.htm

Dengan penuh semangat keempat anakku mengambil piring dan mulai menikmati hidangan yang diolah dengan penuh cinta. Senang sekali melihat mereka makan dengan lahap. Untungnya si kecil Hilyah yang baru berumur 2,5 tahun belum bangun sehingga acara makan dapat berjalan dengan tenang. Kebayang kalau Hilyah bangun, bisa rusuh di mana-mana.

Alhamdulillah, acara sahur pertama di bulan Ramadhan ini berjalan lancar. Semoga di hari-hari selanjutnya, anak-anak tetap semangat. Apalagi nanti jika si abah nya anak-anak bisa kembali berkumpul di rumah ini. Kita bisa kembali sahur bareng sebagaimana keluarga yang utuh.    

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...