Muslimah Dan Media Sosial

Thursday, 30 November 2017


Ketika pertama kali akan memasuki dunia maya, suami sudah me-warning untuk senantiasa berhati-hati. Membuka akun sosmed, itu sama artinya dengan membuka pintu rumah. Semua orang bisa mengetuk pintu, dan semua kembali ke pemilik rumah (maya). Apakah akan mempersilahkan masuk atau tidak.


Pesan itu kucamkan dengan erat. Maka saya pun membuka akun sosmed dengan bismillah. Saya berusaha untuk sangat berhati-hati berada di dunia maya tersebut.

Hal yang sama juga diutarakan adikku. “Eh, orang cadaran boleh sosmed-an ya. Kirain...”

Hehehe

Pertama kali membuka akun sosmed, saya membuka akun facebook. Niat awalnya hanya ingin menjawab rasa penasaran karena melihat banyak orang yang menggunakan sosmed tersebut. Waktu itu, saya pun bertekad, gak boleh sampai larut terlalu dalam.

Tapi kemudian, takdir membawaku kembali ke masa lalu. Lewat akun ini, saya mengenal sebuah group  tulis menulis yang digagas oleh Bang Jonru Ginting. Lewat group ini pulalah, untuk pertama kalinya saya ikut lomba menulis yang diadakan beliau. Dan, alhamdulillah tulisan ikut terpilih dari sekian banyak peserta yang ikut.

Dari sinilah awal mulanya saya kembali terlibat dalam dunia tulis menulis. Dunia yang pernah sangat kuakrabi namun kemudian kutinggalkan.

Dakwah bil qalam

Demikian kemudian tekadku ketika memutuskan untuk kembali berjibaku di dunia tulis menulis. Dulu, saya menulis 100 % demi duit. Namanya juga anak muda, rasanya senang sekali bisa menghasilkan duit dari hasil keringat sendiri. Apalagi, saya bukan berasal dari keluarga yang kaya raya. Jadinya, sepeser rupiah pun rasanya sangat berharga.

Kini, saya kembali dengan niat yang (insya Allah) lebih baik. Perjalanan hidup dan perjalanan usia telah mengajarkan bahwa hidup ini hanya sementara. Dunia ini adalah tabungan untuk menghadapi akhirat kelak.

Alhamdulillah (dan semoga bisa terus istiqomah hingga akhir), saya tak lagi menulis kisah-kisah fiksi yang sarat drama percintaan sebagaimana yang dulu saya lakukan. Berbekal tarbiyah yang telah saya ikuti selama ini, saya pun mencoba menuliskan kembali keindahan islam yang telah kurasakan.

Meski (kata orang) dunia maya penuh dengan tipu daya, kejahatan dan sebagainya namun Alhamdulillah sejauh ini saya tidak pernah mendapatkan kendala yang berarti.

Malahan, lewat sosmed saya menemukan teman-teman yang baik, yang senantiasa saling mengingatkan satu sama lain. Salah satunya lewat group Blogger Muslimah Indonesia yang digagas oleh Uni Novia

Tips Sehat Bersosmed Bagi Muslimah


1.Niat Karena Allah

Apapun jika diniatkan karena Allah jatuhnya akan menjadi pahala. Demikian juga dengan bersosmed, jika diniatkan untuk menimba ilmu (mengikuti fb para ustadz atau dengar dakwah streaming, misalnya), untuk berbagi (menulis hal-hal bermanfaat), atau menjalin ukhuwah islamiyah maka insya Allah, hasil yang akan didapat juga sesuai harapan. 

Namun jika niatnya melenceng, cari jodoh, misalnya. Duh, ini yang banyak terpeleset. Nyarinya Aldo eh dapatnya Asep. (Maaf, bukan mendeskreditkan Asep karena ada temanku namanya Asep trus anaknya kasep kok. Penamaan ini terinspirasi dari kejadian saat seorang gadis tertipu dengan teman dunia mayanya. Ngakunya namanya Aldo ternyata namanya Asep).

So,luruskan niat. Hal ini juga penting agar kita senantiasa merasa diawasi Allah. Jadi, pas giliran seorang diri trus mau buka link yang aneh-aneh, jadinya mikir 1001 kali.  

2. Batasi Pertemanan
sumber gambar di sini

Tahu hadits pandai besi, kan? Itu loh, hadits yang mengangkat dua profesi yakni pandai besi dan penjual parfum. Jika berteman dengan penjual parfum kita bisa ketularan wanginya dan jika berteman dengan pandai besi kita bisa terbakar atau setidaknya ketularan bau tak enaknya. 

Hadits ini mengajarkan kita untuk memilah-milih dalam berteman. Karena itu, bertemanlah dengan orang-orang sholih. Berteman dengan mereka tidak akan rugi. Kalau pun kita tak bisa se-sholih mereka, minimal kita tidak diajak melakukan hal-hal di luar kesholihan. 

Satu lagi, batasi pertemanan dengan lawan jenis. Jangan sampai kita sudah berhasil membatasi diri berteman dengan lawan jenis di dunia nyata tapi di dunia maya masih suka cekikikan di akun lawan jenis. 

3. Jangan Sampai Sosmed Melalaikan

Nasehat ini sebenarnya ditujukan buat diri saya sendiri. Terus terang, saya sering lalai akibat terlalu larut dalam dunia maya. Bermain sosmed, utak atik blog, browsing ide untuk tulisan, dan sebagainya. 

Yah, sosmed memang sering kali melalaikan. Karena itu berhati-hatilah. Bila perlu ukur waktu bercengkrama di dunia maya. Jangan sampai kita terlalu hanyut di dalamnya sehingga melalaikan kita dari tugas dan kewajiban di dunia nyata. Lebih parah dari itu, kita sampai melupakan tugas kita seorang hamba Allah, Amatullah. 

Jadi, tak ada yang salah dengan muslimah ber-sosmed. Asalkan senantiasa mengutamakan rambu-rambu agama dalam setiap langkah kita. 

*

#PostinganTematik
#BloggerMuslimahindonesia


"Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia"









27 comments:

  1. Yap benar banget mbak, . . . Asalkan tetap taat dengan rambu2 agama dalam setiap langkah kita menjelajahi dunia maya. Dan benar juga ya mbak memasuki dunia maya (sosmed) sama juga seperti kita membuka pintu rumah, jadi ya kita memang harus berhati2 dalam bermedsos, termasuk dalam memilih lingkaran pertemanan.☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,mba. Sosmed-an boleh tapi harus tetap dalam aturan.

      Delete
  2. Teman di sosmed sedikit banyak mempengatuhi kehidupan nyata saya. Jadi berusaha sebaik mungkin memilih teman yang benar-benar memberi manfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, mba. Mau di dumay maupun dunya kita memang harus memilih untuk berteman dengan teman2 yang baik saja.

      Delete
  3. Iya memang benar adanya kalau terkadang suka lalai waktu kalau udah sosmedtan

    ReplyDelete
  4. Bismillah...
    Semoga niatan kita terus terjaga ya, Mbak.

    ReplyDelete
  5. Meluruskan niat selalu jadi yang paling awal ya, Mbak. Bersosmed pun jadi ada rambu2nya. Makasih sudah mengingatkan

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah suaminya perhatian sekali ya Mba... Di sinilah perlunya saling mengingatkan, bukan hendak pilih-pilih atau gimana, tapi memang nyatanya kita perlu teman dan pendamping hidup yang punya visi yang sama.

    ReplyDelete
  7. Bener banget, bersosmed emang ngga selamanya buruk asalkan bisa dimanfaatin dengan baik :)

    ReplyDelete
  8. Betul Mba. Semua dikembalikan kepada pribadi masing-masing. Jadi bukan salah medsosnya kalau ada yang nyleneh..hihihi

    ReplyDelete
  9. Semua point saya setuju mba. Ada yg bilang batasin teman itu kurang baik. Tapi jujur saya setuju. Karena lingkungan itu punya andil besar dalam menentukan kita akan bagaimana. Arus apa yang membawa kita...
    Semoga Allah memudahkan kita di jalan kebaikannya ya mba ^^
    Tetap menulis. Tetap menginspirasi ya mba ^^

    ReplyDelete
  10. Oleh sebab itu kita harus berhati hati dlm berteman dan berkomunitas

    ReplyDelete
  11. Setuju, dunia maya sering melalaikan.
    Dg meluruskan niat in sya Allah kita selalu berada di jalur yg tepat.
    Terima kasih sharenya mbak.

    ReplyDelete
  12. Kita punya aturan Allah tentang bagaimana berbicara bergaul meskipun di dunia Maya kalau muslimah paham tentu tak akan ada dosa dr dunia Maya Krn digunakan untuk kebaikan

    ReplyDelete
  13. Sejauh ini kalau berteman dengan teman2 di komunitas blogger, semuanya enak2..dan bermanfaat..

    ReplyDelete
  14. Betul Mbak, bergaul di sosmed kadang seperti gaul di dunia nyata aja, kadang kebablasan sampai melalaikan. Semoga kita bisa istiqomah untuk selalu bijak dalam menggauli dunia maya😊

    ReplyDelete
  15. Terima kasih sudah diingatkan Mbak..apalagi tentang pandai besi hihihi..

    Semoga dapat teman yang bersama-sama ikut mewangi sepanjang hari :)

    ReplyDelete
  16. Sepertinya saya harus perbaiki niat. Selama ini main internet niatnya bukan lillahi ta a la tapi buat nyari hadiah... Hmmm

    ReplyDelete
  17. Jangan sampai karena terlalu asyik bermain sosmed yang awalnya niatnya baik malah justru menjadi lalai ya mbak..terima kasih sharingnya..bermanfaat sekali

    ReplyDelete
  18. Aku kadang sering lupa waktu juga kalau ngeblog. Kayaknya harus belajar lagi me manage waktu

    ReplyDelete
  19. betuul seringnya melalaikan yaaa.. #ngaca mudah-mudahan dakwah bil qolam ini bisa jadi penyelamat kita kelak ya mba.. aamiin.. :)

    ReplyDelete
  20. Suami saya juga sering ngasih pesan gitu Mba, apalagi sekarang banyak akun perhosipan yang muncul dan terkadang jari juga tiba-tiba mencetin lalu mata mantengin. hiks. :(

    jangan sampai terlena... betul sekali. makasih sudah diingatkan :*

    ReplyDelete
  21. Memilih berteman memang diperbolehkan, bukan berarti sombong tapi berteman dengan orang soleh...makasih sharingnya ya mbak..

    ReplyDelete
  22. Aku nih baru mulai mau mengurangi teman2 yang bisa bikin kepala pening kalau baca statusnya hehe. Makasih sudah mengingatkan ya mbak.

    ReplyDelete
  23. Paling melelahkan kalau berteman di sosmed dengan orang yang hanya mengeluh dan curhat mbak. benar benar tidak ada faedahnya. Jadi, saya juga saring etman teman yang bisa memebrikan pengaruh positif saja... :)

    ReplyDelete
  24. Suami saya ngasih tantangan, sebelum nulis atau share, wajib berdoa dan sholawat. Itu, suliiittttt dan membuatku berfikir berulangkali sebelum nekan tombol share karena merasa diingatkan tujuan awal bersosmed ria.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...