BLOGGER MERDEKA MENURUT SAYA

Thursday, 14 September 2017


Salam Merdeka,

Pertama kali nge-blog, saya sudah meniatkannya untuk bersenang-senang. Bersenang-senang menulis, bersenang-senang mengutak-atik template, bersenang-senang memajang foto dan kesenangan-kesenangan lainnya. Semuanya demi menuntaskan kepuasanku pada dunia tulis menulis. Dunia yang ku-jatuhcintai sejak kecil.


Blog itu semacam diary kalau di zaman abg dulu “ begitu pendapatku ketika pertama kali mengenal blog dan dibuatkan blog oleh salah seorang rekan sesama guru (saat itu saya masih mengajar di sebuah SDIT di Makassar).

Baca juga Cerita Nge-blogku

Maklum di zaman abg dulu, saya paling suka nulis diary. Diary-ku banyak dan beragam bentuk. Ada yang mungil dengan lembaran kertas berwarna pastel lembut dan wangi. Ada yang bergembok. Bahkan ada buku agenda harian yang kusulap menjadi diary dengan tujuan agar setiap hari selama setahun kejadian demi kejadian yang terjadi padaku dan di sekelilingku tercatat dengan jelas.

Tujuan saya hanya satu, saya tak ingin satu hari terlewatkan tanpa saya mencatat moment yang terjadi. Gak harus moment penting sih. Moment kurang penting bahkan tidak penting sekalipun, dipenting-pentingkan saja.

Semacam saksi sejarah. Mana tahu, suatu hari nanti saya jadi orang terkenal.

Hahaha, dasar abg. Pikirannya gak jauh dari urusan terkenal, sok-sok artis gitu loh. Maklum bacaanku kala itu majalah-majalah remaja semacam Gadis, Anita Cemerlang, Mode, dan majalah sejenis lainnya.  

Tapi itu dulu, semakin ke sini, ternyata nge-blog tak hanya bisa menjadi pemuas hasrat narsisku seputaran dunia tulis menulis. Beberapa waktu belakangan ini saya tersadar kalau ternyata blog juga bisa menghasilkan materi yang lumayan. Dengan catatan, jika diseriusi.

Alhamdulillah, meski belum bisa dikategorikan sebagai blogger professional namun saya juga sudah bisa mencicipi nikmatnya potongan kue jatah blogger. Gak banyak sih tapi ada lah.

Kebagian jatah kue yang sedikit itu membuat saya sempat berpikir bahwa mungkin saja saya bisa mendapatkan lebih banyak jatah jika lebih serius mengelola blog. Terus terang saja, bukan sekali dua kali, saya tergiur dengan pendapatan teman-teman blogger yang bikin ngiler.

Tapi melihat perjuangan, jatuh bangun, konsisten serta kerja keras mereka maka saya cukup tahu diri. Saya belum melakukan usaha sebagaimana yang mereka lakukan. Saya sadar diri, dengan kondisi blog yang kembang kempis maka tentu saja penghasilan dari blog juga kembang kempis. Bukankah, hasil tak pernah mendustakan usaha?

Lalu kalau saya sudah tahu konsekuensi tersebut, mengapa saya tidak serius mengelola blog biar bisa menggendutkan isi rekening seperti blogger professional lainnya. Jawabannya karena ya itu tadi, saya ngisi blog tergantung mood. Kalau lagi good mood ya blognya diseriusin. Sebaliknya kalau lagi bad mood ya blognya dianggurin. Bad habit dan jangan dicontoh ya, hihihi.


Meski demikian, setiap kali telah menerima amanah baik berupa job placement post, review maupun event postingan bareng, saya senantiasa berusaha untuk menuntaskan semuanya. Kadang moody-ku datang menggoda dan membuat semangat menulisku luntur. Tapi mengingat semua itu adalah amanah dan saya tidak ingin masuk dalam jajaran sifat-sifat orang munafik maka amanah itu sebisa mungkin saya selesaikan.

Karenanya, saat ini saya membatasi diri untuk tidak mengobral diri lagi. Karena belum sanggup komitmen sebagaimana para blogger professional makanya saya pun membatasi diri mengambil job. Saya hanya akan mengerjakan atau mengisi blog-ku dengan hal-hal yang kusanggupi dan kusenangi. Bila tidak, maka saya  memilih untuk tidak mengambil atau menolak apa-apa yang ditawarkan.

Inilah kemerdekaan sebagai seorang blogger yang saya rasakan. Merdeka untuk menulis apa yang kusenangi dan inginkan. Namun tentu saja harus siap dengan segala konsekuensinya. Salah satu konsekuensinya adalah blog-ku begitu-begitu saja dari dulu. Huahahaha... *nangis kejer

Intinya, bagiku kemerdekaan sebagai blogger adalah bagaimana agar blog yang dibuat menjadi rumah yang nyaman. Ia bebas menulis maupun mempersilahkan sesuatu memasuki blog-nya, entah itu berupa iklan, review maupun komentar para visitor. Ia berhak mengatur blognya sesuai selera, entah itu mengatur template, foto bahkan jenis huruf yang akan menghiasi blog-nya. Pokoknya, ia adalah penguasa di blog-nya sendiri.    

Sebaliknya, kalau blog membuat seseorang tidak nyaman, tidak lagi mampu mewujudkan dan menumpahkan isi pikirannya maka blog itu telah memenjarakannya. Maka sebaiknya berpikir kembali tujuan nge-blognya apa. Kasihan kan, kalau nge-blog bukannya buat bersenang-senang malah bikin sakit hati. Duh..  

Ini menurutku, bagaimana menurutmu?

Salam Merdeka

*Tulisan ini merupakan tanggapan atas tulisan Mak Diah Kusumastuti dalam event #KEBloggingCollab untuk kelompok Retno Marsudi

                                                               
  


1 comment:

  1. Hihihi "mengobral diri" :D
    Emang ya harus menyesuaikan dengan kemampuan, tenaga, waktu dll ya mbak. Jdnya pilih2 yg sekiranya kita mampu handle :D TFS

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...