PROSES

Wednesday, 12 October 2016

Terkadang kalau kepepet lapar, bisanya cuma makan mie instan campur nasi. Itupun beli di warung sebelah rumah. Nikmat dan lapar pun hilang. Tapi nikmatnya akan terasa  beda dibanding kalau kita mampu memasaknya sendiri. Menu, rasa, dan meracik bumbunya sendiri. Lebih nikmat lagi karena kita sendiri yang mengerjakan proses memasak itu. Susah payah itu yang mendatangkan nikmat yang special. Selain itu, kita juga dapat ilmu baru tentang masak-memasak.

Begitulah mungkin sedikit pemisalan, antara kesuksesan instan dan sukses karena proses. Orang yang sukses karena ada proses, maka akan menghargai tinggi sebuah proses dari pada hasil akhir. Orang yg “dewasa” karena proses, lebih mengerti tentang karakter hidup dibanding orang “dewasa” secara instant. Tidak heran model pendidikan di Jepang dan Finlandia, diantara dua negara terbaik dalam pendidikan karakter, selalu mengutamakan “proses” dibanding hasil. Mereka memberi nilai tinggi dari setiap proses yang dilakukan, hasil akhir urusan belakang. Sukses adalah tahapan proses.

Produk dari sebuah “proses” lebih bisa memahami setiap celah kehidupan dibanding produk “instan”. Yang cuma ingin sukses tapi tidak mau bersusah payah... 

            (Diambil dari https://btpnote.wordpress.com/2016/10/07/proses/)

3 comments:

  1. Ya Mbak benar sekali, teman saya yang di Jepang banyak cerita tentang perbedaan pola pendidikan dengan di Indo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itulah kekurangan kita lebih menitikberatkan pada hasil bukan pada proses.

      Delete
  2. Moga kita banyak belajar dari sesuatu yg lebih baik yaaa mba. Proses...menghargai proses ^^

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...