TETANGGA YANG BAIK (Kebaikan yang Berbalas)

Friday, 5 August 2016

Hari ini kami memutuskan untuk membersihkan rumah sewa kami yang baru sebelum menempatinya. Dibandingkan rumah sewa kami yang lama, rumah baru ini jauh lebih sederhana. Maklumlah, kata orang ada harga ada rupa. Meski demikian saya lebih suka rumah baru ini. Lebih "manusiawi", banyak tanah dan bebatuan yang bisa dijadikan objek main anak, hehehe

Kalau meminta pendapat anak-anak sih, mereka maunya tetap bertahan di rumah lama. Terutama si nomer tiga, Nusaibah. ABG cilik itu beberapa kali mengutarakan keberatannya namun apa daya....palu telah diketuk. Orang dewasa adalah yang berkuasa....(wuih diktator bangets)

Penampakan Dari Segala Sisi 

Meski keberatan, anak-anak tetap semangat kok membantu kami memberes-bereskan rumah baru. Berenam (We are miss you Abdullah, the oldest one) kami menjadi team yang solid. Dengan alat tempur masing-masing, kami mengambil posisi yang sesuai.

kecil-kecil kerja kerja kerja 
Kegaduhan kami bersih-bersih menarik perhatian calon tetangga kami. Sekilas saya sempat menangkap sosok perempuan tua memperhatikan kami dari balik gorden. Btw, jemuran besi yang tempo hari menghalangi pandangan dari papan nama pemilik rumah telah kembali ke si empunya. 

Kisah si tetangga itu bisa dilihat di sini... http://haeriahsyamsuddin.blogspot.my/2016/08/tetangga-yang-aneh.html 

Kini,  jemuran besi itu telah berdiri cantik di samping rumah tetangga sebelah. Padahal saya sempat berpikir jemuran besi tersebut milik pemilik rumah yang akan kami sewa. Yah, terpaksa harus buat tempat jemuran baru dong.

Saat sedang membersihkan, saya menangkap sosok suamiku sedang berbicara dengan seseorang. Seorang lelaki tua. “Mungkin suami makcik yang mengintip tadi ” pikirku.

Benar dugaanku. Ternyata keduanya berkenalan. Pemilik rumah dua petak yang dijadikan satu itu adalah pasangan suami istri tersebut. Di usia lanjut, keduanya hanya tinggal berdua. Mereka mempunyai 8 orang anak yang kesemuanya telah berkeluarga. 6 anak tinggal di Kuala Lumpur dan 2 lainnya tetap di negeri ini hanya saja masing-masing mempunyai rumah sendiri.

Pakcik itu kemudian menawarkan 2 lemari kayunya untuk kami beli seharga RM 70. Tentu saja kami tidak menolaknya. Lumayan dapat lemari murah. Kemarin saya sempat survey di Giant, harga lemari lumayan mahal. Lagipula mubasir membeli barang-barang mahal yang nantinya tidak bisa kami bawa pulang ke Makassar.

Selepas memindahkan dua lemari kayu itu (lumayan berat soalnya kayu asli bukan serbuk kayu), Pakcik tersebut menawarkan benda-benda lainnya (kali ini gratis). Alhamdulillah, yang namanya rezeki memang takkan ke mana.

Barang-barang keperluan sehari-hari serta baju-baju tak terpakai segera berpindah ke rumah kami. Tiba-tiba saya teringat barang-barang yang ada di Makassar. Sebelum pindah ke negeri ini, semua peralatan dapur sudah saya hibahkan kepada yang lebih berhak memilikinya.

Sekali lagi terbukti (Maaf bukan sombong atau sok baik), bahwa sesungguhnya setiap kebaikan yang kita lakukan akan kembali ke kita juga nantinya. Seluruh barang keperluan dapur telah kuhibahkan dan kini kami mendapatkan gantinya. Alhamdulillah, betapa besarnya Rahmat dan Kasih Sayang Allah pada hamba-Nya.

Jadinya, tak ada alasan untuk tidak berbuat baik, kapan saja, di mana saja atau dengan apa saja. 

Dari Sahabat Jabir Radhiallahu anhuma bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda, : "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain" ( HR Ahmad, Thabrani dan Daraquthni)

Setelah beberapa lama membersihkan meski belum tuntas kami memutuskan berhenti. Desakan perut yang minta diisi serta rengekan si kecil Hilyah yang minta jajan membuat kami segera menuju ke tahap berikutnya. Makan-makan.....
Jangan Lupa Menutup Pagar
Dan, sebuah kedai makan pinggir jalan menjadi pilihan kami. Seporsi nasi lemak buat Khaulah, masing-masing seporsi nasi minyak ayam buatku dan Nusaibah, dua porsi nasi lemak plus nasi impit dan ayam buat Tholhah (maklum, dia yang nafsu makannya paling besar) serta seporsi nasi pulut ikan asin pilihan Abah. Minumnya kompak, teh tarik......


Nasi Lemak Pilihan Khaulah
Nasi Minyak Pilihan Nusaibah


Alhamdulillah.









No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...