SYAWAL PERTAMA DI TERENGGANU

Saturday, 9 July 2016


Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar
Laa Ilaha Illallah Huwallahu Akbar
Allahu Akbar Walillahilham……..”



Fajar Syawal telah menjelang. Ramadhan telah berlalu, bulan penuh maghfira telah meninggalkan kita. Semoga kita masih diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan mendatang. Dan berbuat lebih baik lagi dengan memanfaatkan keutamaan bulan Ramadhan.

Syawal ini, untuk pertama kalinya kami sekeluarga merayakannya di Negeri Pantai Timur, Terengganu. Sempat tercipta kepanikan di pagi hari karena kami terlambat bangun. Setelah menyelesaikan semua persiapan shalat ied dengan sangat terburu-buru, sekitar pukul 7.30 kami siap berangkat ke masjid. Terus terang, saya sempat khawatir gak dapat shalat ied karena kalau di Makassar sekitar jam segitu orang-orang sementara atau bahkan sudah mengerjakan shalat ied.

Jalanan yang lengang membuat perjalalan dari rumah ke Masjid Kampus UMT yang berjarak sekitar 3 km dapat ditempuh dengan cepat. Alhamdulillah sebelum pukul 8.00 kami sudah tiba dan …..

“Lho, kok masih sepi....jangan-jangan orang sudah shalat. Tapi kayaknya tidak deh karena kalau sudah shalat pasti jamaah ramai di seputaran masjid” saya berkomentar sendiri melihat kondisi yang ada di hadapan kami.

“Alhamdulillah, belum mulai kayaknya. Dan….kita termasuk yang paling awal datang…” balas suamiku.

Kontan anak-anak mulai mengeluarkan uneg-unegnya. 

“Huhuhu, tadi saya belum sempat minum apalagi makan rendang ummi….”

“Huhuhu, saya hampir jatuh karena buru-buru….”

“Huhuhu, tidak kubawa mukena lebaranku….”

Hikz, puk-puk…..Sabar ya anak-anak.

Setelah memarkir kendaraan, kami pun berpisah. Si Abah dan Tholhah menuju tempat lelaki sementara saya, Nusaibah, Khaulah dan Hilyah menuju tempat perempuan.

“Ummi, Nunu….sini. Ada tempat minum” seru Khaulah menghentikan langkahku menuju ruang shalat masjid.

Kami pun berputar menuju tempat Khaulah berada. Alhamdulillah, ada dispenser yang memang disediakan untuk minum para jamaah. Bergantian kami kemudian minum. Satu hal yang belum sempat kami lakukan tadi.

Setelah itu, kami pun menuju ruang shalat. Masjid masih sepi. Shaf perempuan baru setengah baris yang terisi. Saya pun mengerjakan shalat Tahiyatul Masjid terlebih dahulu sebelum mengambil the best position,  dekat kipas angin, hehehe.



Sambil menunggu jamaah lain datang, saya mengajak anak-anak ikut melantunkan takbir. Hilyah yang masih ngantuk tidak bisa jauh dari pangkuanku. Sesekali dia tergoda melihat anak-anak seusianya yang mulai berdatangan dan meramaikan masjid. Namun godaan kantuk lebih kuat sehingga ia lebih suka memandang anak-anak tersebut dengan pandangan mata sisa 5 watt, hihihi.

Alhamdulillah, satu persatu rombongan jamaah mulai memasuki masjid. Segar rasanya melihat penampilan para jamaah yang tentu saja mengenakan pakaian terbaiknya di hari yang suci ini. Tapi yang paling saya sukai melihat para lelaki mengenakan pakaian tradisional plus kebanggan mereka (pakaiannya lho bukan orangnya, kalau orangnya mah tetap my husband is the best) Baju Melayu.  Keren banget. Serasa kembali ke masa pada zaman dahulu dengan para pangeran atau pendekar melayu yang bernama depan Hang. Ada Hang Tuah dan lainnya.

Alhamdulillah hari ini selesai sudah kami mengerjakan shalat Iedul Fitri bersama kaum muslimin Terengganu. Sebelum pulang, anak-anak berkesempatan memasukkan lembaran-lembaran ringgit ke dalam tabung derma, kotak infak masjid. Lucu juga menyaksikan anak-anak balita itu berusaha memasukkan uang mereka ke lubang kotak infak yang kecil dan tipis. Gak ada yang berhasil memasukkan uang tanpa bantuan orang dewasa termasuk Hilyah. 


beratur isi tabung derma masjid


Setelah itu kami pun pulang. Ketupat dan rendang telah menanti di rumah. Rendang pertama yang berhasil kubuat dan membuatku begadang sehingga harus bangun kesiangan. But, it's an unforgetable moment

HAPPY IEDUL FITRI MUBARAK 1437 H. TAQABALLAHU MINNA WA MINKUM, SEMOGA ALLAH MENERIMA (PUASA DAN AMAL) DARI KAMI DAN (PUASA DAN AMAL) DARI KALIAN. DAN, SEMOGA KITA MASIH DIPERTEMUKAN DENGAN RAMADHAN BERIKUTNYA. AAMIIN YA RABBAL ‘ALAMIN




No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...