Antara Bangi-Kajang dan Kuala Terengganu

Saturday, 26 March 2016

Pertengahan 2011, kami sekeluarga berhijrah ke Malaysia. Saat itu suami masih tercatat sebagai mahasiswa S3 Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Sebagai tempat bernaung, kami memilih tinggal di flat Taman Tropika lantai 3 yang berada tak jauh dari kampus suami.

lantai 3 tempat kami sebelah kanan

Flat tersebut milik salah seorang dosen salah satu kampus di Kuala Lumpur. Bapak dosen ini berdarah Turki. Meski flatnya di Bangi namun beliau menetap di Kuala Lumpur. Waktu itu kami menyewa flat seharga 550 RM perbulan. Harga tersebut cukup murah karena rumah lain yang berada di flat yang sama rata-rata harganya lebih mahal, sekitar 600-800 RM perbulan.

Flat kami tersebut, lokasinya dekat dari mana-mana. Salah satunya dekat dari stasiun KTM (Kereta api Tanah Melayu) UKM. Saking dekatnya, setiap saat kami dapat hiburan gratis dengan mendengarkan suara desisan KTM. Tidak sampai 5 menit dengan berkendaraan jaraknya dari flat kami.   

Meski demikian, saya sebenarnya lebih suka tinggal di rumah teras. Maklum, kami harus senantiasa ngos-ngossan setiap kali keluar rumah. Lantai 3 bo......Apalagi ketika di tahun 2012 saya positif hamil anak kelima, huah semakin terasa deh ngos-ngossan nya....

Alhamdulillah, flat tersebut tetap kami tempati selama berada di Malaysia. Dan ketika di pertengahan 2013 kami memutuskan untuk back for good alias balik kampung maka selesai pulalah kontrak kami di flat tersebut. Terima kasih sudah bersedia menampung kami flat... (lebay deh)

Cerita tentang flat ini pernah saya tuliskan di sini. Siapa tahu ada yang pengen ke sana. Tabe...dipersilahkan.

Dan kini, takdir kembali membawa kami sekeluarga ke tanah Malaysia kembali. Namun kali ini kami harus berpetualang ke arah timur, negeri pesisir air.. Dan di 20 Maret 2016 kemarin, kami kembali menginjak KLIA dan segera menuju Kajang dan melanjutkan perjalanan darat kami menuju daerah tujuan baru kami, Terengganu.

Di tempat  baru ini, saya mendapatkan rumah impianku. Rumah teras yang berada di wilayah perumahan dengan halaman kecil dan ada pohon buah (mangga) di depannya. Alhamdulillah, betapa banyaknya nikmat yang Kau berikan kepada kami Ya Rabbi..

Hm, kalau di Bangi Kajang hiburan kami adalah suara KTM, maka di sini kami senantiasan dihibur dengan suara desingan pesawat. Maklum, rumah kontrakan kami tak jauh dari bandara Sultan Mahmud Kuala Terengganu. Sayangnya, bandara ini belum melayani rute Makassar-Terengganu dan sebaliknya. 

Satu lagi limpahan rahmat Allah pada kami sehubungan dengan rumah ini. Rumah ini full perabot bahkan lebih. Kasur dan bantal baru (masih berplastik), tempat tidur, aneka jenis lemari (lengkap dengan isinya berupa piring, gelas dan sebagainya), ada ac di kamar utama plus kamar mandi, setiap ruangan ada kipas angin, kulkas, mesin cuci, meja makan, kompor.......Masya Allah...maka nikmat tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan.

Ketika adik bungsuku meminta dikirimkan foto tempat tinggal kami, ia kemudian berkomentar "kerennya...." Sementara saya kemudian membalasnya, "Serasa jadi orang kaya...". Maklum kodong, selama di negeri sendiri kami tinggal menumpang di rumah keluarga. 

Alhamdulillah....alhamdulillah....tak henti-hentinya mulut dan hati ini memanjatkan puji dan syukur atas limpahan rahmat yang diberikan-Nya. Semoga limpahan rahmat ini menjadikan kami sekeluarga senantiasa berada dalam ketaatan bahkan semakin meningkatkan keimanan kami. Aamiin ya Rabb.



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...