Sanlat Pertama Khaulah

Wednesday, 5 August 2015

Untuk pertama kalinya anakku akan mengikuti pesantren kilat di sekolahnya. Tidak seperti ketiga kakaknya yang bersekolah di sekolah islam terpadu, si anak ketigaku ini bersekolah di sekolah negeri. Nah, kalau ketiga kakaknya tidak mengenal istilah pesantren kilat karena tiap hari mereka senantiasa belajar agama maka si sekolah Khaulah, anak ketigaku itu, tentu berbeda.


Alhamdulillah, Khaulah menjalani hari pertama peskil atau sanlat dengan penuh semangat. Maklum ini juga hari pertama ia duduk di kelas yang baru, kelas 2 SD.

Ketika tiba di sekolah, sudah banyak teman-temannya yang berada di kelas. Kelas dengan ukuran standard itu disesaki 70 anak yang berasal dari kelas A dan B. Semua siswa kelas 2 baru itu tentu saja datang pagi karena belum tahu pembagian kelas dan waktu.

Akibatnya, bangku dan meja yang diperuntukkan satu orang harus ditempati dua anak. Sebagian ada yang merajuk, mogok karena tak rela bersempit-sempitan dengan teman-temannya.

“Bunda, anak B disuruh keluar dulu...” telingaku sempat mendengar rengekan Zahrah, salah seorang teman sekelas anakku pada Bundanya.

“Ndak bisa, Nak. Sabar miki saja, besok tidak beginimi....” bujuk bundanya.
Aku tersenyum mendengar obrolan tersebut. Khaulah sendiri sudah duduk di tempat Keisha. Sejak pertama masuk di kelas 1, keduanya memang sudah akrab.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Alhamdulillah, kali ini yang menjadi wali kelas mereka adalah ibu guru muslim yang religious.

Hufh, lega rasanya. Soalnya di kelas 1, wali kelas anakku non muslim. Meski aku tetap menaruh respek pada metode pengajarannya tapi tentu saja ia hanya sebatas memberi pelajaran umum. Untuk pelajaran agama harus menunggu guru agama yang masuk seminggu sekali. Padahal pelajaran agama tak harus menunggu belajar agama dulu, setiap gerak dan tingkah bahkan hembusan napas semuanya diatur oleh agama islam yang syamil dan kamil. Dan yang tahu hal itu semua tentu saja hanyalah muslim.

Aku dan para orang tua yang ikut mengantar anak-anaknya kini bisa bernapas lega. Apalagi setelah wali kelas baru mereka masuk, nilai-nilai keagamaan langsung diajarkan. Ibu wali kelas itu langsung mengajarkan adab-adab islami yang dikemas dalam lagu maupun yel-yel yang membuat anak-anak sangat bersemangat.

Alhamdulillah, pesantren kilat hari pertama ini berjalan lancar. Besok, mereka tidak akan berdesak-desakan lagi karena tadi ibu wali kelas telah membagi dua kelas tersebut. Ada yang masuk jam 8.00-9.30 dan kelas yang lainnya masuk jam 9.30-11.00.

Happy sanlat my girl…..    

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...