Mengenang Bapak

Thursday, 13 November 2014


Yang tergambar di benakku setiap kali disebutkan kata Bapak ialah seorang lelaki gagah, tegap, sangat tekun mencari nafkah untuk keluarga serta hanya sedikit berbicara. Itulah sosok Bapak yang telah menemaniku semenjak aku lahir ke dunia ini hingga aku menginjak bangku kelas 2 SMA. 

Berburu Buku Murah di Pameran Buku

Tuesday, 26 August 2014


Sewaktu masih gadis, aku paling suka mengunjungi pameran pembangunan yang diadakan di kotaku, Makassar.  Pameran pembangunan ini diadakan setahun sekali dan diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT negeri tercinta sebagai ajang memperlihatkan kemajuan pembangunan yang berhasil dicapai oleh kabupaten dan kota yang ada di propinsi Sulawesi Selatan. 

Sepotong Catatan Rindu Tentang Puang

Friday, 13 June 2014

Sebentar lagi ramadhan tiba.....satu hal yang paling mengingatkanku akan ramadhan ialah sosok puang rahimahullah. Meski dalam beberapa hal kami berbeda namun satu yang kukagumi dari beliau, kehebatannya membaca dan menulis setiap pengetahuan baru yag diperolehnya.

Puang (beliau adalah ayah dari ibuku) klik untuk mengenal beliau lebih lanjut  mempunyai kebiasaan membaca yang sangat luar biasa. Bahkan beliau sanggup membaca hingga larut malam ketika kantuk datang menyerang beliau seringkali tertidur sementara buku di hadapannya dalam keadaan terbuka. Jika dibangunkan, beliau langsung memperbaiki duduknya dan....kembali membaca.

 " Daumo tuling manonton, Pia" (mudah2an saya tidak salah tulis) tegur Puang setiap kali melihatku duduk cantik di depan tivi. Kalau Puang punya kebiasaan membaca sampai tengah malam maka saya punya kebiasaan menonton sampai tengah malam... 

"Tidak nontonka, belajarka artikan bahasanya" ucapku ngeles setiap kali Puang berniat menekan tombol untuk mematikan tivi.

Biasanya kalau sudah seperti itu Puang langsung ngeloyor pergi. Apalagi kalau melihatku nonton ditemani kertas dan pulpen. Hm, selamat deh. Eh, tapi benaran lho, salah satu tujuanku menonton selain karena hobi juga untuk memperlancar Bahasa Inggris baik dalam hal liestening maupun speaking. Kata pepatah, sambil menyelam minum air. 

Atau jika Puang berangkat tidur lebih cepat maka tengah malam, beliau pasti terbangun. Usai shalat tahajjud, beliau kemudian membaca hingga pagi menjelang. Kalau sudah begini jangan harap bisa bangun telat, guyuran air siap membangunkan hari.

"Tidak sholatja " elakku jika kebetulan pagi itu sedang kena jadwal "cuti shalat"

Apa alasan itu dapat membuatku kembali melanjutkan mimpi? Tidak....seketika Puang akan berceramah tentang keutamaan bangun pagi, tentang segarnya udara pagi, tentang orang-orang yang mulai berburu rezeki di subuh hari, dan banyak lagi. 
Pokoknya tidak ada alasan untuk bangun telat!!!!!!!

Kembali ke soal kebiasaan unik Puang yaitu menulis. Beliau mempunyai buku catatan khusus yang berisi jadwal ceramahnya yang seabrek (beliau seorang dai dengan jam terbang yang lumayan padat) serta hal-hal yang dirasakannya penting untuk dicatat. 

Misalnya dari hasil membaca beliau kemudian menemukan kata atau kalimat yang membingungkannya  maka beliau segera mencatatnya dan mencari tahu arti atau maksudnya. Biasanya kalau tidak menemukannya dalam kamus, beliau akan bertanya pada kami anak atau cucunya.

Khusus untukku, yang paling sering ditanya adalah urusan pernak-pernik dalam Bahasa Inggris. "Kenapa kalimat ini pakai s?", "Kenapa kalimat ini seperti ini, kalau seperti itu bagaimana? boleh tidak?" dan sebagainya. 
Kalau sudah begini, serasa ujian meja deh. Karena kalau saya menjawab tidak tahu maka Puang akan balik bertanya "Kenapa tidak tahu?Apaji pade ko tahu?" Huhuhu...

Kembali ke Puang.....seandainya beliau masih hidup rasanya ingin mengajak beliau membuat buku atau setidaknya berduet dengannya membuat buku. Sayang, saat kami masih bersama saya belum lagi seperti ini. Belum pernah membuat buku dan nulisnya juga sebatas cerpen-cerpen khas remaja dan anak.   Belum tertarik pada persoalan agama sebagaimana halnya Puang.

Insya Allah, jika diberi umur panjang ramadhan kali ini menjadi ramadhan kedua yang kami sekeluarga lewati tanpa sosok Puang. Namun begitu, kami akan senantiasa merindukan beliau bahkan terkadang sepertinya beliau masih berada di tengah-tengah kami. 

Puang bersama dua cucunya







 















Ketika IIDN Makassar Masuk Tivi

Thursday, 12 June 2014


"Sesaat lagi kita akan bersama komunitas ibu-ibu yang lain dari biasanya. Kalau selama ini kita lebih banyak tahu kalau  ibu-ibu itu doyan masak, ibu-ibu itu doyan belanja, ibu-ibu itu doyan dandan maka kali ini kita akan bersama IBU-IBU DOYAN NULIS......" demikian opening speech dari host acara I LOVE MAKASSAR (ILM) di pagi menjelang siang dari ketinggian lantai 8 Hotel Continent, Kompas TV Makassar.

Cerita Hape Pertamaku

Wednesday, 7 May 2014


Sebagai makhluk yang cuek dan cukup gaptek, saya benar-benar punya hape sendiri di tahun 2010. Sebelumnya saya selalu mengandalkan hape suami.  Saat itu saya belum merasakan kebutuhan akan benda tersebut meski di lingkunganku bukan hal yang aneh jika suami dan istri masing-masing mempunyai hape yang berarti mempunyai nomor sendiri.   

Kebetulan saat itu ekonomi keluarga juga masih sangat pas-pasan jadi rasanya kurang bijak jika saya memaksakan diri membeli hape sendiri padahal masih banyak kebutuhan mendasar yang lebih butuh untuk dipenuhi. Lagipula, saya dan suami senantiasa bersama jadi cukuplah satu hape untuk memenuhi kebutuhan komunikasi kami. Terlebih kami selalu terbuka dalam segala hal sehingga tidak ada "hal-hal kecil" yang harus disembunyikan atau yang tidak perlu saling kami ketahui. 

Persoalannya menjadi lain ketika suami harus ke LN untuk melanjutkan studinya. Kondisi inilah yang mengharuskan saya  memiliki hp sendiri karena sudah tidak mungkin meminjam hape suami lagi. Lagipula saat itu harga hape mulai murah seiring semakin banyaknya hape cina beredar di pasaran.

Dan pilihan saya jatuh pada hape Nokia C 1.

Hp Pertamaku


Maka untuk pertama kalinya saya mempunyai hape sendiri, yang saya beli sendiri serta saya sendiri yang membuka satu persatu plastik pembungkus hape. Meski hapemurahan (harganya sekitar Rp 300 ribuan) tapi saya tetap bangga memilikinya. Padahal di sekelilingku hape kamera serta layar sentuh pelan-pelan mulai nge-tren lho.....  

Yang membuat saya tertarik dengan Nokia C1 ini karena dual kartu. Dengan keunggulannya ini. hobby gonta ganti kartu telepon dapat kujalani dengan lebih nyaman dan praktis. Maklum, selain mempunya nomor tetap, saya juga suka berburu kartu perdana murah yang biasanya banjir SMS gratis. Kartu perdana yang biasanya kuburu ialah 3 dan XL. Cukup dengan Rp 1500, saya mendapatkan kartu perdana dengan saldo pulsa Rp 2000 dan SMS sepuasnya hingga seluruh jemari pegal mengetik SMS, bonusnya tetap masih bertumpuk. Ok kan.....
Apalagi, untuk mengirimi suami SMS tidak ada tarif khusus selama kartu yang dipergunakan tetap nomor Indonesia.  Maka, jadilah suamiku senantiasa dihujani SMS meski hanya satu kata, kangen, hehehe

Sayangnya, dua kartu yang ada di hapeini tidak bisa berfungsi secara bersamaan. Cukup menganggu juga sih tapi mau bagaimana lagi. Soalnya waktu beli saya tidak kepikiran akan hal ini. Saya pikir, hape ini sama dengan hape dual kartu lainnya yang kartunya bisa aktif bersamaan. Tapi secara keseluruhan, hape Nokia C1 ini telah dapat memenuhi kebutuhanku berkomunikasi terutama ber SMS an ria dengan kekasih hati yang jauh di mata.

Qadarallah, kini hape tersebut telah pensiun. Kata tukang service, pengait kartunya sudah longgar sehingga hp sering tiba-tiba mati sendiri ketika digunakan. Waktu saya meminta diservis, si tukang servisnya bilang..."Bu, mendingan beli hp baru aja deh. Hape sekarang kan lebih komplit dan murah."
Huhuhu....

Setelah si Nokia C1 pensiun, saya kemudian sempat gonta ganti hape.   Mulai dari Nokia Asha (lupa serinya) warna pink,    Samsung Champ warna putih, Mito mini hingga kini Nokia X5 warna hitam. Meski demikian, terkadang kangen juga dengan si C1. Soalnya banyak cerita antara saya dan dirinya.......


Tulisan diikutkan pada Giveaway: Cerita Hape Pertama


http://www.istiadzah.com/2014/05/giveaway-cerita-hape-pertama.html




BACAAN UNTUK ANAK SALEH

Saturday, 22 March 2014

Review Buku : Anak Saleh Kesayangan Ayah Bunda




Judul: Anak Saleh Kesayangan Ayah Bunda
Penulis: Meti Herawati
Penerbit: Sahabat Ufuk
Tahun Terbit: Oktober 2012
Halaman:128
ISBN: 978-602-18635-2-7 




Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang saleh dan salehah. Kehadiran anak yang saleh merupakan anugerah terbesar bagi para orang tua. Salah satu penyebabnya ialah doa anak yang saleh akan terus mengalir pahalanya meski kedua orang tuanya telah tiada.

Salah satu cara untuk mewujudkannya ialah dengan memberikan bacaan bergizi bagi anak. Bacaan yang akan membentuk karakter serta kejiwaan sang anak. Karena karakter anak juga dapat terbentuk dari bacaan yang dilahapnya.

Obrolan Kecil Dengan Khaulah

Sunday, 9 February 2014


"Ummi keren deh, bisa tahu semuanya" puji anakku, Khaulah.  

Saat itu kami sedang berada di atas bentor (becak motor) usai berbelanja di Pasar Maricaya. Pasar Maricaya ialah salah satu pasar di Kota Makassar yang terletak di jalan Veteran Selatan. 

"Masa sih?" balasku. Hmm, agak ge-er juga sih meski yang memuji anak sendiri.   

Siang itu seperti biasa Khaulah menanyakan banyak hal.

“Mengapa ada orang kaya ada orang miskin?” tanyanya saat melihat anak-anak jalanan, rumah-rumah kumuh serta mobil dan bangunan indah.  

“Mengapa ada orang cantik ada orang jelek?” tanyanya saat melihat rupa-rupa manusia yang kami jumpai

“Mengapa ummi bermata sipit sedang dirinya bermata bola” kali ini ia bertanya tentang perbedaan kami.

Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan ringan dan sederhana meski untuk menjawabnya tidak sesederhana pertanyaan tersebut.

Alhamdulillah semua bisa kujawab dengan baik dan memuaskan hatinya. Namun di akhir percakapan aku terhenyak dengan gumamannya....

“Eh tidak pale. Ummi tidak tahu semuanya. Buktinya ummi tidak bisa naik motor dan mobil”

Gubrak...... 


Bekal Mendongeng Untuk Anak

Tuesday, 28 January 2014

Judul: 50 Cerita Klasik Nusantara dan Dunia Paling Inspiratif (Untuk Menanamkan Kasih Sayang dan Sifat-Sifat Baik Pada Anak)
Penulis: Indri Noor, dkk
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
Halaman: 250
ISBN: 978-979-22-8702-8






 Mendengarkan dongeng adalah salah satu kegiatan yang paling disukai anak. Rasanya tak ada anak yang tidak suka dengan dongeng. Apalagi bila pendongeng tersebut mampu memainkan berbagai karakter yang ada dalam dongeng dengan bermacam suara, intonasi maupun mimik wajah yang sesuai dengan cerita yang dibawakan.
Salah satu penunjang untuk membacakan dongeng untuk anak ialah buku dongeng. Nah kini para orang tua yang ingin membacakan dongeng untuk buah hatinya tak perlu risau. Telah terbit lagi satu buku dongeng yang siap menjadi bahan rujukan anda untuk mendongeng untuk anak-anak tersayang.
Buku 50 Cerita Klasik Nusantara dan Dunia Paling Inspiratif (Untuk Menanamkan Kasih Sayang dan Sifat-Sifat Baik Pada Anak) dibagi menjadi dua tema. Bagian pertama bertajuk Legenda Klasik Nusantara dan bagian kedua bertajuk Cerita Klasik Dunia.

Pada bagian pertama yang bertajuk Legenda Klasik Nusantara memuat 25 cerita dongeng klasik yang berasal dari tanah air. Beberapa diantaranya sangat familiar karena telah sering ditemukan ceritanya, baik itu lewat media maupun dari mulut ke mulut. Dongeng dari nusantara ini dimulai dari kisah Sangkuroko dan Sangkurai, Semangka Emas, Asal Usul Telaga Warna Merdada Dieng, dan seterusnya. Termasuk    dongeng terkenal Kisah Bawang Putih dan Bawang Merah, Legenda Kota Banyuwangi, Lutung Kasarung, atau Kisah Keong Mas. 

Sandiwara Langit (Sebuah Kisah Nyata Bertabur Hikmah Penyubur Iman)

Monday, 27 January 2014




Judul: Sandiwara Langit (Sebuah Kisah Nyata Bertabur Hikmah Penyubur Iman)
Penulis: Abu Umar Basyier
Penerbit: Shofa Media Publika
Tahun Terbit: Maret, 2003
Halaman: 212
ISBN: 978-979-17922-0-2

“Begini, Ustadz. Usia saya sekarang baru 18 tahun. Namun terus terang, saya sudah ingin sekali menikah……”
Demikian ucap Rizqaan, seorang pemuda yang sangat ingin menjaga kehormatan dirinya.  Pemuda itu sadar, ia hidup di tengah masyarakat yang semakin besar godaan fitnah syahwat. Di tengah masyarakat yang sudah tidak lagi menomorsatukan moral maupun ajaran-ajaran agama. Di tengah masyarakat yang boleh dibilang bobrok.

AKU JATUH CINTA (Behind the scene Para Abdullah Di Sekitar Rasulullah)

Monday, 6 January 2014




Pernahkah Anda jatuh cinta dan  merasa ingin mempersembahkan sesuatu untuk orang-orang yang Anda cintai? Perasaan seperti itulah yang melandaku, jatuh cinta dan ingin memberikan sesuatu dari hasil tanganku sendiri untuk mereka yang telah membuatku jatuh cinta.

Bayangkan, setiap kali mendengar nama-nama mereka disebut serasa dada ini berdebar kencang. Setiap kali kisah mereka diulik diri ini akan segera terdiam dan menyimak lebih dalam dan lebih dalam lagi (hehehe, seperti orang dihipnotis). Mata ini biasanya segera berkaca-kaca dan kerinduan itu semakin melambung saja.  

Gayung bersambut……. Sebuah tawaran cantik mendarat. Bak cinta tak bertepuk sebelah tangan. Akupun bergegas menyambut tawaran cantik itu. Sebuah outline melayang via surat elektronik. Seakan tahu bahwa aku sedang mabuk kepayang. Outline-ku di approved. SPK terbang ke alamat suratku. Dan mulailah aku memainkan jemariku di atas tuts keyboard laptop kesayanganku. Mulailah aku mencurahkan satu persatu ungkapan rasa cinta dan kagumku pada sosok-sosok yang senantiasa membuatku jatuh cinta.

Lalu, mengapa Abdullah? Salah satunya karena  anak sulungku bernama Abdullah serta kunyahku Ummu Abdillah, hehehe. Salah duanya karena para sahabat yang bernama Abdullah sangat banyak. Mencapai 300 orang! Dengan nama sebanyak itu tentu saja pasti ada apa-apanya dengan nama Abdullah. Dan salah tiganya ialah aku paling suka dengan sosok sahabat, Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma. 


Demikianlah sekelumit kisah dibalik  keberadaan buku solo perdanaku PARA ABDULLAH DI SEKITAR RASULULLAH. Kecintaanku pada Rasulullah Shalallahualaihiwasallam beserta para sahabat beliau membuatku kemudian ingin menorehkan kisah-kisah mereka agar semakin banyak yang tahu dan juga bisa jatuh cinta sepertiku.

Buku ini menyajikan 20 kisah para sahabat yang bernama Abdullah. Ada Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Zubair, Abdullah bin Abdullah serta para Abdullah lainnya. 

Ingin tahu lebih banyak tentang para Abdullah tersebut. Yuk, dapatkan bukunya di toko buku terdekat atau bisa lewat saya di nomor 082 394 573 893 atau inbox aja di fb saya Haeriah Syamsuddin.

Yukz, mari mengenal kisah para sahabat dan bersiaplah untuk jatuh cinta pada mereka.
 
Cover Buku Para Abdullah Di Sekitar Rasulullah



Pemuda Yang Baik Itu Masih Ada.....

Sunday, 5 January 2014

Malam telah menjelang. Sebentar lagi waktu Shalat Isya Hujan yang sejak pagi mengguyur Kota Makassar dan sekitarnya kembali berhenti beberapa jenak. Serasa ingin menikmati langit yang tak basah, saya pun bergegas keluar rumah.

Catatan Kecil Di hari Pertama 2014

Thursday, 2 January 2014

Terbangun di hari pertama di 2014. Buka toko sekitar pukul 7.15. Hm, matahari  sudah sejak tadi menyapa langit Buakana dan seluruh Indonesia bagian tengah. Biasanya jam segini jalanan di depan rumah sudah ramai oleh ocehan para ibu yang melanglang buana menyusuri jalanan demi menghidangkan sarapan pagi buat keluarga tercinta. Biasanya juga jalanan di depan rumah sudah ramai oleh teriakan penjual sayur, penjual roti keliling atau penjual bubur kacang ijo.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...