Nyasar Berbuah Nasi Dos

Thursday, 27 December 2012



Sekitar pukul 12 30 siang kami meninggalkan kediaman menuju Shah Alam, ibukota negeri Selangor. Rencananya kami akan menginap semalam di sana. Agar esok harinya kami tidak terburu-buru berangkat ke kantor imigrasi.

Tak terasa waktu setahun telah hampir berlalu yang berarti visa tinggal kami sekeluarga juga harus segera diperbaharui. So, untuk itulah kami ke sana.


Alhamdulillah, perjalanan ke Shah Alam lancar berhubung the driver, my prince, sudah hafal jalan menuju ke sana.Berhubung kami perginya dalam keadaan lapar (aku dan suami belum sempat sarapan, soalnya mengurus persiapan dadakan ini) begitu masuk waktu shalat dzuhur kami pun berhenti di tempat peristirahatan yang ada di plaza tol.

pemandangan di seberang surau
Masya Allah, tempat peristirahatan itu lumayan adem. Inilah salah satu kelebihan di negeri jiran ini. Kemana-mana gak perlu pake acara khawatir. Mushalla dan tempat istirahat ada di mana-mana. Bukan cuma itu, suasananya juga sangat nyaman. Toiletnya bersih dan harum. Airnya melimpah. Mukena yang disediakan juga wangi.

Usai shalat, aku segera menggelar jamuan makan siang. Menu sederhana yang masih hangat itu terasa sangat lezat. Kami makan dengan lahap kecuali dua puteri kecilku yang lebih suka berjalan ke sana kemari menikmati keasrian tempat yang kami datangi itu.

Setelah acara lunch, kami pun melanjutkan perjalanan. Alhamdulillah, perjalanan  jauh itu menjadi tak terasa. Tahu-tahu kami telah berada di Shah Alam.

Sesuai rencana, kami langsung mencari i-city, tempat rekreasi andalan yang ada di Shah Alam. Setelah mutar-mutar karena nyasar kami pun menemukan yang dicari.
Kesan pertama begitu memasuki areal i-city, saya langsung teringat Trans Studio. menurutku, kurang lebih mirip lah.....


i-city dari luar

Begitu masuk, kami langsung "disambut" rombongan miss tourism (kalau gak salah liat di belakang baju mereka). kayaknya dari seluruh dunia deh. Wuih...namanya miss-missan pasti cantik-cantiklah. tapi yang bikin seram ialah sepatu mereka. Tinggi amat hak-nya. Saya sampai ngeri melihatnya. dan betul saja, di depan mataku terjadi insiden kecil ketika ujung sepatu salah seorang miss itu tersangkut di jalan maka terjadilah tubrukan beruntun antar  mereka. Hups.....  

"disambut" para miss....
Sayangnya, ternyata aktivitas permainan di i-city berlangsung dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Alhasil kami cuma bisa melihat-lihat saja (untung juga sih, soalnya tiket masuk permainannya lumayan mahal so ada alasan untuk anak biar gak usah main, hihihi).


behind ice age





Setelah puas cuci mata, kami segera mencari hotel untuk nginap semalam. Pengennya sih yang dekat dengan kantor imigrasi. Jadi besok pagi, gampang ke imigrasinya. Tapi berhubung anak-anak sudah sangat letih jadinya acara cari hotelnya nyari yang terdekat dan termurah aja. Soalnya badan ini rasanya harus segera dibaringkan di kasur.


Alhamdulillah, berhasil menemukan hotel di tengah kompleks pertokoan. Hmm. dijamin gak bakal kelaparan deh, soalnya banyak kedai makan dan minum di dekat hotel tersebut.

Jadilah malam itu kami habiskan di hotel. Satu hal yang tidak bisa kulupakan, malam itu juga tab-ku kena virus yang entah datang dari mana. Padahal rencana malam itu mau menyelesaikan revisi tulisan yang besok kena DL. Tab-kupun tak bisa dibuka. Hikz.....


Besok paginya, sesuai rencana. sekitar pukul 7 30 pagi kami langsung berangkat ke kantor imigrasi. Mall tempat kantor itu berkantor (duh, bahasanya ngaco ya...) masih sepi. Yang ramai malah tukang bersih-bersih mall yang lagi sibuk ngepel. Kami pun melangkah tenang. Hmm, melihat situasi yang masih sepi ini kami optimis dapat nomor awal.


Tapi ternyata oh ternyata. Begitu tiba di kantor imigrasi sudah banyak orang yang antri. Alhasil kami dapat nomor 2080. Hah? alamat sampai sore nih kami menunggu giliran.
Sambil menunggu nomor antrian, kami cuci mata lah di mall. Sekalian hunting kalau ada barang mumer. Biasalah, namanya juga ibu-ibu.

Menjelang waktu shalat dzuhur, karena nomor kami belum juga tiba, kami memutuskan untuk shalat di Masjid Sultan aja. Sekalian rehat sejenak di sana.


Nah, di masjid inilah saya mengalami satu kejadian. Benar-benar unforgettable experience deh. Judulnya "Nyasar Berbuah Nasi Dos". Ceritanya usai shalat di lantai dua saya dengan kedua putri kecilku langsung turun. Sebenarnya sih pengen istirahat di masjid tapi berhubung hal itu gak dibolehkan jadinya turun aja deh. Soal istirahat nantilah dilihat.

Karena dikedatangan sebelumnya saya mengalami kejadian tidak mengenakkan yaitu nyasar di masjid ini maka kali ini saya sangat berhati-hati. Sedapat mungkin saya berusaha mengelilingi areal masjid dan tidak memotong jalan.

Karena tidak ingin memotong itulah makanya saya tetap saja berjalan ke depan. Padahal di depan sepertinya sedang dijadikan "dapur" karena sedang ada acara.

Saat hendak lewat itulah saya bertanya pada salah seorang petugas (atau panitia acara?)

S : Bang, boleh lalu sini, ke? (biasalah, sok berbahasa melayu)
P : Oh, Akak dah nak balik? Jab jab, akak bawa balik nasi ye....( si abang petugas itupun berbalik ke  arah kawannya yang berada di balik meja. Si abang petugas kembali dengan kresek berisi dua nasi dos)
S :  Hah? Apa ini (Bingung banget....orang mau numpang lewat kok dikasi nasi...)
P : Oh kurang ya? jab jab....(si abang petugas berbalik dan menambah satu nasi lagi setelah dilihatnya  saya bertiga dengan kedua putriku)
S : Hah?
P : Akak bawa balik ye....
S:  Boleh, Bang?
P : Boleh boleh. Bawa balik je, banyak nasi lebih....

Akupun mengambil kresek yang diangsurkan itu. Tak lupa aku menanyakan tujuanku semula yaitu bertanya apa boleh lewat sini? Si abang itu pun membolehkan.

Ini yang namanya rezeki takkan ke mana.....pas lapar pas ada yang ngasih makanan gratis. Sedap pulak....

Alhamdulillah, dengan tiga kotak makanan itu keempat anakku menikmati makan siangnya berhubung saya dan suami gak makan ayam. Usai makan kami bergegas kembali ke kantor imigrasi. Setibanya di sana ternyata sudah nomor ke 2078. Artinya kami gak bakal nunggu lama.

Alhamdulillah, pengurusan visa kali ini berjalan lancar. Petugas gak tanya macam-macam seperti yang lalu.Insya Allah tanggal 7 januari visa barunya keluar.

Acara hari itu ditutup dengan menikmati hidangan sate kajang Hj Samuri yang kebetulan berada di depan kompleks mall PKNS. Hmm. Nyummi......




terima kasih



















No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...