Sepenggal Kisah dari Singapura

Tuesday, 4 September 2012


Dengan girang Tholhah, putra keduaku, menyerahkan sejumlah koin basah padaku.
“Dapat dari mana, Bang?” tanya dua putri kecilku hampir bersamaan. Mereka yang sedari tadi anteng  bersamaku langsung mengerumuni koin yang dihampar di atas jilbab lebarku.
“Di sana…”
Tanpa dikomando dan sempat kucegah ketiganya segera berlari ke arah yang ditunjuk Tholhah. Kolam air mancur  tempat Patung Marlion kecil  kini menjadi ajang  perburuan harta karun ala mereka.
Dari tempat dudukku yang berada tak jauh dari lokasi “penambangan koin” aku memperhatikan sekaligus mengawasi ketiganya. Mula-mula mereka mengamati dasar kolam sebelum menjulurkan tangan mengambil koin incaran masing-masing. Ketiganya tak menghiraukan para pengunjung yang berada disekeliling mereka. Malah sesekali mereka menggeser kaki pengunjung yang dirasa menghalangi kegiatan mereka. Aku hanya bisa tersenyum melihat kelakuan ketiganya terlebih ketika beberapa orang anak kemudian  ikut memunguti koin di dasar kolam.
“Ummi, ini hasilku…” Nunu, anak ketigaku menyerahkan hasil perolehan koinnya padaku.
“Ini punyaku….” seru Tholhah tak mau kalah.
“Hu hu hu, aku gak dapat apa-apa..” si kecil Khaulah terlihat sedih karena tak berhasil mendapatkan koin sepeserpun.
Dengan girang mereka menyerahkan koin-koin basah itu padaku.  Tiba-tiba aku merasa seperti juragan anak jalanan yang mempekerjakan anak kecil di lampu merah dan saat ini sedang menerima setoran mereka. Pelan-pelan kuangkat kepalaku mengamati sekeliling.  Untungnya saat itu areal Marlion Park ini sedang ramai dan para pengunjung tengah  sibuk dengan urusan mereka sehingga tak ada yang memperhatikan kami. Meski demikian dalam hati aku was-was juga. Siapa tahu tiba-tiba ada petugas kamtib yang langsung menghentikan kegiatan illegal ini. :p   
Suami serta si sulung yang baru datang usai berjalan-jalan menikmati keindahan areal ikon negeri singa ini langsung disambut dengan celotehan penuh semangat ketiga anakku. Si sulung pun jadi tertarik untuk mengikuti jejak ketiga adiknya. Berempat kemudian mereka kembali  mengadu keberuntungan di kolam Marlion kecil.
Jadilah liburan di negeri singa kali ini membawa kenangan yang tak terlupakan. Semalam kami tidak bisa tidur di penginapan karena direcoki seekor tikus kecil. Sekarang anak-anak malah lebih asyik berburu “harta karun” ketimbang menikmati keindahan areal  Marlion Park.
“Sst, liburan berikut kita ke sini lagi ya…aku mau nyari koin yang lebih banyak lagi” bisik Tholhah saat dalam perjalanan pulang. Hadewh………   





No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...