Tata Cara Pengajuan Naskah ke Mizan Publishing House/ Mizan Pustaka

Wednesday, 12 September 2012


Mizan Publishing House

Kriteria Pengajuan Naskah Non Fiksi

Per 1 Januari 2012

Kriteria naskah:
  1. Isi naskah dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
  2. Naskah ditulis secara logis dan sistematis dan karya asli.
  3. Belum pernah dipublikasikan penerbit lain.
  4. Memiliki rujukan yang jelas.
  5. Memiliki orisinalitas atau kebaruan.
  6. Memiliki peluang pasar (marketabilitas) yang bagus.
  7. Tulisan utuh/padu (monograf), bukan kumpulan tulisan.
  8. Bukan karya ilmiah (skripsi, tesis, disertasi).

Mizan Publishing House
Kriteria & Prosedur Pengajuan Naskah Novel
Per 1 Januari 2012
 Kriteria naskah:
  1. Naskah harus karya asli
  2. Belum pernah dipublikasikan penerbit lain.
  3. Memiliki cerita yang unik dan tidak klise.
  4. Naskah ditulis dengan rapi (logis dan sistematis).
  5. Memiliki peluang pasar (marketabilitas) yang bagus.
  6. Tulisan utuh/padu (monograf), bukan kumpulan tulisan.
  7. Tidak menimbulkan kontroversi, terutama berhubungan dengan moral dan agama.
  8. Sertakan Sinopsis

Prosedur Pengajuan Naskah:
(Jika naskah telah memenuhi kriteria tersebut di atas)
  1. Surat pengantar.
  2. CV (Daftar Riwayat Hidup) dengan alamat lengkap nomor telepon yang dapat dihubungi.
  3. Naskah:
  4. Keseluruhan isi naskah.
  5. Berupa fotokopi (bukan asli/master), hard-copy atau print-out (redaksi belum melayani naskah via email jikapun ya redaksi lebih mendahulukan utk mengevaluasi naskah yg dikirim dalam bentuk hardcopy), diketik komputer (bukan ketikan mesin tik manual).
  6. Kirim ke:
Redaksi Penerbit Mizan
-U.p. Bpk. Andityas Prabantoro, redaksi tidak menerima naskah PUISI (untuk naskah bertema keislaman dan dewasa (umum))
-U.p. Bpk. Benny Rhamdani (untuk naskah bertema umum (remaja), novel, cerpen, remaja, anak) persyaratan tambahan  
untuk naskah remaja dan anak: panjang naskah minimal 70 hal, maksimal 150 halaman, spasi satu, font times new  
roman 12pt, A4.
1. Novel anak: petualangan yang seru dan lucu berbau detektif (modern, lincah, humor)
     2.  Ilustrated book: kisah-kisah menakjubkan yang cocok buat anak.
     3.  Buku penunjang pelajaran SD yang disajikan dengan gaya populer.
     Untuk lebih memahami trend saat ini silakan baca dan lihat produk2 terbaru DAR!
  Alamat: Jl. Cinambo No. 135 (Cisaranten Wetan) Bandung 40294
Telp. (022) 7834310

KETERANGAN :
  1. Jangka waktu evaluasi naskah kurang lebih 3 bulan. secara bertahap akan kami upayakan agar maksimal respons dalam waktu 1 bulan
  2. Jika Redaksi menolak penerbitan naskah, akan kita kabari via surat atau telepon., bahan naskah tidak akan dikirimkan kembali kecuali disertai perangko yang mencukupi.
  3. Apabila naskah layak terbit, kami akan kabari via surat dan telepon dan dillanjutkan dengan pembuatan Surat Perjanjian Penerbitan.

Menulis Di Majalah STORY

Story Teenlit Magazine


Story Teenlit Magazine atau Majalah Story adalah sebuah majalah remaja yang banyak menampilkan cerita. Majalah ini pertama kali terbit sejak tanggal 25 Juli 2009. Buat kamu yang ingin mencoba peruntungan di sini langsung saja menyimak tulisan di bawah.

CERPEN
Naskah diketik dengan spasi rangkap, TNR 12 
Panjang naskah  13.000- 14.000 karakter dengan spasi (sekitar 8-10 halaman)


CERBUNG
Naskah diketik dengan spasi rangkap, TNR 12
Jumlah karakter 30.000 - 40.000 with spaces (sekitar 20-30 halaman)

NOVELET
Naskah diketik dengan spasi rangkap, TNR 12
Jumlah karakter 30.000 - 35.000 with spaces (sekitar 23-25 halaman)

KISSING (KISAH SINGKAT)
Naskah diketik dengan spasi rangkap, TNR 12
Jumlah karakter 4.000 - 5.000 characters with spaces (sekitar 3 halaman)

CERPEN BERBAHASA INGGRIS
Naskah diketik dengan spasi rangkat, TNR 12
Jumlah karakter maksimal 6.000 (sekitar 4 halaman)

CERPEN ANAK SEKOLAH
Naskah diketik dengan spasi rangkat, TNR 12
Khusus bahagian ini Hanya untuk anak sekolah (Latar dan kejadian harus tentang sekolahmu. Nama tokoh dalam cerita boleh disamarkan).
Jumlah karakter 6.000 karakter

CERPEN GURU
Naskah diketik dengan spasi rangkat, TNR 12
Khusus bahagian ini Hanya untuk para guru (Latar dan kejadian harus tentang sekolah anda. Nama tokoh dalam cerita boleh disamarkan). 
Jumlah karakter 6.000 karakter


Alamat Pengiriman Naskah 

Naskah yang telah siap dapat dikirimkan ke story_magazine@yahoo.com
Tulis di bagian subjek sesuai dengan nama rubriknya
Atau via pos : Redaksi Story Jl Raya Kedoya Duri No. 36, Kebun Jeruk, Jakarta 11520
Tema cerpen harus remaja
Sertakan biodata serta nomor telepon dan nomor rekening di halaman terakhir naskah (Khusus Rubrik Anak Sekolah/Guru jangan lupa menuliskan nama dan alamat sekolah). Boleh melampirkan foto.
Oya, Majalah Story juga menerima kiriman puisi

(Sumber Blog Fani Chairani dengan sedikit tambahan)

MASJID MERAH MUDA (Mengunjungi Masjid Putra)

Tuesday, 11 September 2012


Kota masa depan, demikian konsep rancangan pembangunan   Putrajaya, ibukota administrasi Malaysia yang baru. Kota kecil ini memang sangat indah. Perpaduan antara kemegahan dan keasrian menjadikan Putrajaya sebagai salah satu tujuan utama wisata di Malaysia.  Berjarak sekitar 25 km dari arah selatan  Kuala Lumpur, kota ini tampak megah tanpa meninggalkan  ciri melayu yang identik dengan islam.


Salah satu yang menarik dari kota ini adalah Masjid Putra. Sama seperti nama kota serta beberapa bangunan yang lain yang ada di kota ini, nama masjid ini juga  diambil dari nama mantan Perdana Menteri pertama Malaysia, Tunku Abdul Rahman Putra Al Haj.  Masjid yang  dibangun  tahun 1997 dan selesai dua tahun setelahnya itu mempunyai  luas 1,37 hektar.



Masjid Putra terlihat cantik dan anggun dengan dominasi warna merah muda (dusky pink).  Kubahnya yang besar dan indah juga berwarna senada dengan ukiran tumbuhan seperti kubah masjid di Mesir. Konstruksi bangunannya sendiri  memadukan   gaya arsitektur  timur tengah dan tradisional Melayu.



Bangunan masjid ini setara dengan gedung setinggi 21 tingkat dan dapat menampung sekitar 15 000 jamaah. Adapun menara masjid yang  berada di sisi kiri pintu masuk utama berdiri megah setinggi 116 meter. Terdapat lima tingkatan pada menara ini sebagai lambang shalat wajib lima waktu bagi kaum muslimin.

Memasuki halaman utama masjid  pengunjung akan disambut dengan   ramah oleh beberapa orang pemandu yang berpakaian tradisonal melayu.  Setelahnya pengunjung dapat melihat halaman yang luas dan asri. Halaman yang disebut The Sahn ini adalah  pembatas antara ruang shalat utama dan pintu masuk utama.


Di halaman masjid pengunjung dapat melihat dari dekat keindahan bangunan masjid Putra. Di sisi kiri dan kanan terdapat beberapa kolam kecil dengan aneka tanaman hias yang semakin mempercantik masjid. Sebagai pelengkap di sisi sebelah kanan  terdapat beberapa stand yang menjual aneka macam souvenir lengkap dengan stan makanan dan minuman kecil.





Saat berada di  halaman  masjid diharapkan para pengunjung berpakaian sopan. Bagi  yang berpakaian minim atau tak berkerudung maka pihak masjid menyediakan jubah cantik berwarna merah muda untuk dipakai berkeliling menikmati keindahan masjid. Tentu saja langkah mereka sebatas di halaman  karena bagian dalam masjid hanya untuk   muslimin saja.


Setelah puas mengelilingi bagian utama masjid, pengunjung  dapat beralih untuk menikmati sejuknya semilir angin yang berhembus dari arah  danau  yang mengelilingi Masjid Putra. Danau buatan ini disebut Tasik Putrajaya. Danau ini pula yang membuat Masjid Putra seolah terapung bila dilihat dari kejauhan. 




Selain dapat menikmati semilir angin Tasik Putra, pengunjung juga bisa melihat bagian atas kantor perdana menteri Malaysia, Tun Sri Najib. Kantor yang disebut Perdana Putra ini mulai digunakan sejak pemerintahan Mr. M, sebutan untuk mantan Perdana Menteri  Malaysia, Tun Sri dr. Mahathir Muhammad.



Sekilas melihat bangunan Perdana Putra banyak yang menyangka masjid. Kubahnya yang berwarna hijau dan berbentuk menyerupai bawang membuat pengunjung sering salah kaprah. Beberapa bangunan kantor di Putrajaya memang sengaja dibuatkan kubah di atasnya. Tak heran bila kemudian sulit membedakan mana bangunan masjid dan kantor. 



Danau buatan seluas 650 hektar ini  telah dimanfaatkan untuk banyak hal. Sebagai tempat untuk berekreasi, memancing ataupun melakukan olahraga air lainnya. Selain itu tersedia juga fasilitas pesiaran danau bagi yang ingin menjelajahi danau buatan ini.

Dari  sini pengunjung juga dapat melihat Jembatan Putra, salah satu ikon Putrajaya. Jembatan ini  berfungsi untuk menghubungkan dua wilayah yang dipisahkan oleh Tasik Putra. Jembatan sepanjang 435 meter  ini akan terlihat sangat cantik  di malam hari. Hal ini disebabkan lampu-lampu  yang dikeluarkan  Jembatan Putra memancarkan sinar terang dan warna-warna yang sangat indah.



Setelah puas berkeliling pengunjung dapat beristirahat sambil menikmati aneka hidangan yang ada di Selera Putra. Sebuah food court yang menyediakan berbagai macam makanan. Mulai dari makanan khas Malaysia hingga mancanegara ada disini. Pengunjung pun  bebas  memilih tempat di dalam ruangan ataupun diluar sembari menikmati kesejukan Tasik Putrajaya.   




Usai memuaskan mata dan perut, selanjutnya pengunjung dapat mengunjungi   pusat penjualan souvenir
yang berada di sekitar areal masjid.  Mulai dari gantungan kunci, baju kaos berbagai ukuran, jilbab serta benda-benda khas Malaysia lainnya tersedia di sini. Bahkan di salah satu stan menerima pembayaran dengan mata uang negara pengunjung tanpa perlu menukarnya ke Ringgit Malaysia terlebih dahulu.  



       
Sementara para orang dewasa sibuk mencari buah tangan, anak-anak dapat memanfaatkan waktu  di taman bermain yang berada di depan pusat penjualan souvenir tersebut.  Sebuah taman bermain mungil lengkap dengan ayunan dan perosotan. Yang unik adalah adanya sebuah tempat bermain yang berbentuk rumah perahu dan berisi aneka mainan.   
        
Jadi anak-anak tak perlu bosan menunggu orang dewasa yang sibuk memilih oleh-oleh. Orang dewasa juga dapat dengan tenang berburu souvenir khas negeri jiran ini. Negeri ini memang termasuk ramah anak karena dengan mudah kita bisa menjumpai taman bermain dengan fasilitas yang cukup memuaskan. 

********

Naik Apa ?
        Saat ini sudah banyak perusahaan penerbangan yang melewati jalur kota-kota besar di Indonesia ke Kuala Lumpur  serta beberapa negara bagian lainnya di Malaysia.   Bahkan bila kunjungan ini dijadwalkan jauh hari sebelumnya maka calon pengunjung dapat memperoleh tiket pesawat dengan harga murah bahkan sangat murah.
        Yang terkenal biasanya adalah AirAsia, sebuah perusahaan penerbangan milik jutawan asal Malaysia. Perusahaan ini juga menyediakan fasilitas newsletter yang biasanya menginformasikan tentang tiket-tiket promo yang dilakukan perusahaan tersebut.

Visa
        Pengunjung asal Indonesia yang mengunjungi Malaysia akan langsung mendapatkan visa kunjungan di bandara. Visa ini berlaku selama 30 hari kedepan. Hal ini dimungkinkan karena Malaysia termasuk salah satu negara yang bebas visa bagi pengunjung asal Indonesia.
        Dengan fasilitas ini maka perjalanan dari Indonesia ke Malaysia menjadi semakin mudah. Tak heran bila Malaysia menjadi salah satu tempat favorit pelancong Indonesia. Selain karena kedekatan secara jarak  dan bahasa juga tak dapat dipungkiri kalau negara tetangga  ini telah banyak mengalami kemajuan dibanding negara kita.
******

(Tulisan ini dimuat di Harian Republika Leisure pada rubrik "Jalan-Jalan Religi" edisi 29 Mei 2012)

My First Antologi

Monday, 10 September 2012



Akhirnya terbit juga buku antologi pertamaku yang berjudul "Sembuh dan Sukses dengan Terapi Menulis". Buku yang ditulis oleh 94 orang ini berisi tips-tips menyembuhkan berbagai macam penyakit psikis maupun fisik dengan menerapkan terapi menulis.

Buku yang audisinya kuikuti diakhir tahun 2011 ini diterbitkan sekitar bulan Juli 2012 yang lalu. Buku ini juga menjadi salah satu penyemangatku untuk kembali merambah dunia yang pernah sangat kuakrabi, dunia kepenulisan. Dunia yang terpaksa kutinggalkan padahal dari sanalah aku pernah mendapat begitu banyak hal baik berupa materi maupun non materi.


Dengan kehadiran buku ini aku berharap dapat kembali diterima di dunia kepenulisan. Kuberharap dapat kembali menuangkan isi pikiranku dalam bentuk tulisan. Dapat kembali menorehkan namaku di dunia ini. SEMOGA

MENULIS DI MAJALAH UMMI

Tuesday, 4 September 2012


UMMI , majalah Keluarga Muslim yang terbit setiap bulan. Ada beberapa rubrik yang membuka peluang bagi penulis -di luar redaksi- untuk mengirimkan tulisan. Rubrik apa sajakah?

DUNIA WANITA
§  1 halaman dengan panjang tulisan maksimal 3000 karakter. Berisi pengalaman pribadi, atau opini dengan sudut pandang perempuan.
§  Tips agar dimuat: 1) manfaatkan tema yg sedang in di bulan tersebut. namun kirimkan naskah tersebut minimal 2 bulan sebelum momen. Misalnya jika ingin menulis dengan tema ramadhan, kirim naskahnya di bulan-bulan April-Mei. karena proses penggarapan naskah dilakukan 2 bulan sebelum terbit. 2) Usahakan untuk mengambil topik atau pembahasan dengan agle yg unik. Misalnya ajakan utk berbelanja ke warung, saat banyak orang memilih belanja di mal/pasar. tentu dengan didukung argumen yang menguatkan topik tersebut.

CERPEN
§  2 halaman dengan panjang naskah maksimal 6000 karakter.
§  Tips: 1)ambil tema yang unik. Ummi menerima kira2 10-20 naskah baik online maupun setak setiap bulannya. namun, jarang yang temanya unik. konflik juga kurang tergarap jadi cerpen cenderung datang. 2)cerpen dengan setting suatu daerah yg khas dg dialek lokal, biasanya memiliki satu poin lebih dibanding cerpen yg setingnya tidak jelas 3)batasi jumlah tokoh, namun perkuat karakter tiap tokoh dalam cerpen tersebut.

CERPEN ANAK
§  2 halaman, dengan panjang naskah maksimal 5500 karakter.
§  tips: pembaca cerpen anak, berusia 5-13 tahun. usahakan temanya sederhana, bahasanya mudah dipahami dan berhikmah. boleh cerita biasa, imajinasi (misalnya tokohnya debu/awan/angin/pohon) atau fabel.

PERJALANAN
§  2 halaman, panjang naskah 5700-an karakter
§  tips: pilih lokasi/daerah/kota/negara yg unik, bisa karena 'sesuatu' yang tak biasa di sana. boleh juga mengangkat sisi sejarah yang tak banyak orang mengetahuinya. mungkin ada agle yg berkaitan dengan keislaman, biasanya menjadi poin tambah dari tulisan tersebut. usahakan deskriptif, sehingga pembaca bisa membayangkan bagaimana perjalanan menuju kesana, suasananya bagaimana (panas/dingin/hangat), gambarkan keunikannya misalnya bentuk rumah, sapaan khas penduduk lokal, dll.
§  sertakan foto, minimal 5 buah dengan ukuran file, kira2 500 kb- 1 MB. agar tidak pecah ketika di layout. berikan captoin/keterangan di bawah foto tersebut. foto bisa menguatkan isi artikel, bisa juga hal lain yg menarik namun belum termuat di artikel
Oya, naskah bisa dikirim ke kru_ummi@yahoo.com. atau dikirim ke redaksi Ummi, Jl. Mede No. 42A Utan Kayu, Jakarta Timur


Semoga Bermanfaat
Aini Firdaus

MENULIS DI MAJALAH SAKINAH


Alhamdulillah, majalah sakinah membuka kesempatan bagi para pembaca yang gemar menulis dan ingin mengirimkan hasil karyanya untuk diterbitkan dalam Majalah Nikah Sakinah.

Rubrik yang dibuka:

1. Kisah Nyata; ada tiga rubrik, yaitu:
         - Kisah Ta'aruf, berkisah tentang pengalaman mencari pasangan hidup.
         - Pintu Taubat, berkisah tentang perjalanan taubat seseorang dari kekufuran, kebid'ahan ataupun kemaksiatan.
         - Anakku Sayang, berkisah tentang pengalaman seorang ibu (orang tua secara umum) dalam kelahiran anak-anaknya.

2. Kolom Ummi dan Kolom Abah, rubrik ringkas untuk menuangkan uneg-uneg seorang ummi atau seorang abah dalam kehidupan sehari-hari, dalam berbagai hal tidak terbatas pada permasalahan-permasalahan tertentu.

3. Kilau Kalbu, rubrik berisi tentang bagaiman kita menyucikan hati kita dari berbagi kotoran-kotorannya.

4. Bugar, rubrik berisi tentang kesehatan dan perawatan tubuh.

Ketentuan Penulisan:

1- Tulisan ditulis dalam format .rtf atau .doc
2- Dengan font times new roman 12pt, jika ada tulisan arab dengan font Traditional Arabic 16pt
3- Panjang tulisan:
    - Khsusus untuk kolom Ummi dan Kolom Abah, panjang tulisan sekitar 300kata
    - Rubrik lainnya, panjang tulisan sekitar 650-700 kata
4- Tulisan murni karya sendiri dan belum dipublikasikan di tempat lain
5- Dikirimkan ke email: redaksi [at] majalahsakinah [dot] com dengan menjadikan nama rubrik sebagai subjeknya
6- Disertakan pula nama dan alamat lengkap beserta no telp/HP yang bisa dihubungi.
7- Jika membawakan dalil, mohon disertakan tulisan arabnya beserta sumber rujukan dalil tersebut.
8- Tulisan akan diseleksi oleh kru redaksi Majalah Nikah Sakinah.

InsyaAllah bagi siapa saja yang tulisannya dimuat akan mendapatkan imbalan dari Majalah Nikah Sakinah.

MENULIS DI FEMINA



MENULIS ITU SERU!
Menulis itu adalah menceritakan kembali pengalaman, pengetahuan,perasaan, ke dalam bentuk tulisan. Sumbernya bisa dari sendiri maupun orang lain. Menulis itu menyenangkan, dengan menulis  kita bisa mengabadikan pengalaman hidup ke dalam tulisan, membanggakan saat hasil karya dibaca banyak orang, dan seru berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain.
Tulisan ada dua jenis, yaitu fiksi dan nonfiksi. Fiksi adalah kisah rekaan, contohnya cerita pendek (cerpen) dan cerita bersambung (cerbung), walaupun kisahnya rekaan, namun harus tetap masuk akal. Non fikssi adalah tulisan yang berisi pengalaman diri sendiri maupun orang lain yang berupa fakta, tidak ada bumbu imajinasi penulis.
Dalam menulis ada hal-hal yang perlu diperhatikan,yang terpenting adalah siapa pembacanya? Akan dipublikasikan dimana? Seberapa panjang jatah halaman artikelnya? Apakah  tulisan cocok untuk media yang dituju?
Tips:
 Kuasai EYD, hindari jargon (misalnya istilah medis yang hanya diketahui orang kedokteran), vulgar.
Kalimat dan paragraph pertama menentukan segalanya
Perhatikan detail (nama, usia,profesi responden, narasumber,dll). Narasumber disebutkan secara lengkap gelarnya, dan disebutkan di awal artikel
Lakukan penelitian kecil agar tulisan berbobot.
Terus berlatih!!!
Ini nih yang paling ditunggu-tunggu….

Tips menulis “Gado-Gado”
1.       Cari  dan memilih topik
  Fakta, bukan rekaan
  Menarik, jenaka,mengandung humor, tapi juga menyentuh perasaan.
  Inspirasi, bisa dari sendiri atau orang lain.
  Sumber topik: pengalaman sendiri, perjalanan, obrolan dengan orang lain, dan lain-lain.
2.       Buat Outline
ü  Susun alur untuk pembuka, isi, penutup.
ü  Pilih pola: puncak cerita di depan atau puncak di belakang.
3.       Membuat Judul
Singkat, eye catchy, menggambarkan isi tulisan. (Satu ada dua kata saja)
4.       Membuat Catcher
Catcher adalah kalimat yang diketik dengan ukuran lebih besar untuk menarik pembaca
Maksimal dua kalimat: padat, ringkas, eye catchy
5.       Menulis Cerita
Panjang di majalah: 1 halaman, panjang ketik maksimal 1,5 halaman, 1 spasi, Arial 12, Karakter no space: 4300.
Satu paragraph minimal 3 kalimat, satu kalimat maksimal 15 kata.Tidak ada sub judul. Jaga alur sambung menyambung antar paragraph.
Sisipkan kata-kata ekspresif: duh!, wah!, aih!, masa? Perkuat dengan ekspresi: tertawa lebar, bajunya longgar, berjalan gontai.

Tips lain:
Ø Gunakan kata Wanita daripada Perempuan
Ø Jangan menyebut brand/ merek
Ø Bisa menceritakan suatu “kejahatan” tapi jangan detail.


Ini hasil Workshop Kompetisi Menulis Rubrik Gado-gado yang diselenggarakan Majalah Femina tempo hari. Kebetulan saya mendapat kesempatan ikut dan tulisan Gado-gado saya alhamdulillah, menang *siapa nanya* #ditimpuk segrup :p
Info ini saya tulis khusus berdasarkan request Mbak Eno. Semua isi tulisan berdasarkan yang saya lihat, dengar, dan rasa saat workshop. *halah* Oiya, makasih "colekannya" waktu itu, Mbak Eno. *sungkem*
Ada 4 rubrik di Majalah Femina yang bisa diisi pembaca, yakni Cerpen, Cerber, Gado-gado, dan Oleh-oleh. Namun, kali ini, saya hanya membicarakan tentang rubrik Gado-gado dan Oleh-oleh. Yuk, tarek, Maaang ...!

Gado-gado

1. Teknis penulisan
Panjang di majalah 1 halaman. Panjang tik maksimal 1,5 hal 1 spasi Arial 12. Character no space 4300 (kalau saya hitung-hitung *kurang kerjaan banget ngitung-ngitung*, biasanya yang dimuat di
majalah itu 500 kata). Satu paragraf maksimal 3 kalimat. Satu kalimat maksimal 15 kata.

2. Fakta, bukan rekaan
Kalau menurut saya sih, seperti kisah inspiratif.

3. Sumber inspirasi
Kita bisa menceritakan pengalaman kita sendiri, orang-orang terdekat, atau orang lain. Cerita tentang perjalanan, obrolan dengan orang lain, persoalan yang aktual dan hangat.

4. Menarik, jenaka, tapi juga menyentuh perasaan
Meski jenaka, tulisan tetap memiliki “nilai” atau pesan moral. Jangan biarkan pembaca “lepas” begitu saja setelah membaca tulisan kita. Misal, kita menulis tentang repotnya menjadi ibu. Namun, tuliskan pula bahwa di balik semua kerepotan itu, ada “harga” yang tidak bisa dibayar dengan apa pun juga, yakni melihat anak-anak tumbuh sehat dan ceria. Ingat, tulisan tidak boleh vulgar (porno). Tidak mengandung kalimat yang merendahkan wanita. Gunakan kata “wanita”, bukan “perempuan”. Majalah Femina selalu menulis kata "wanita" bukan "perempuan".

5. Gunakan sudut pandang orang pertama saat bercerita, yakni “saya” atau “aku”
Tujuannya supaya tulisan kita terasa lebih akrab dengan pembaca.

6. Judul
Harus singkat, eye catchy, menggambarkan isi tulisan. Judul untuk tulisan rubrik Gado-gado, biasanya hanya satu atau dua kata.

Contoh:
-  “Nyamuk”, bercerita tentang kesebalan diganggu nyamuk.
-  “Neng atau Encik", bercerita tentang orang Sunda berperawakan Tionghoa.
-  “Pengantin Baru", bercerita tentang kagoknya saat malam pertama.
-   “Antre ... Antre ....”, bercerita tentang pengamatan tokoh terhadap tingkah laku pengunjung klinik.

7. Membuat cathcer
Cathcer merupakan hal terpenting kedua setelah judul. Cathcer berguna untuk menarik pembaca membaca keseluruhan artikel. Di majalah, cachter dibuat dalam font besar. Cathcer maksimal dua kalimat, singkat, padat, dan eye catchy. Pilih kalimat dalam tulisan Anda yang kira-kira paling bisa membuat pembaca penasaran, ya!

Contoh :
- Judul : Antre. Cathcer : Sambil antre aku sibuk menilai orang. Melihat wanita muda hamil, aku menerka-nerka, dia hamil karena perjodohan, "kecelakaan", atau ...?
- Judul : Pengantin Baru. Cathcer : Setengah sadar saya masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka. Dan ... saya melihat dia sedang menggosok gigi tanpa pakaian!

8. Jaga alur sambung menyambung antarparagraf
Tulisan harus sistematis. Antara peristiwa yang satu dengan yang lain tidak loncat-loncat urutannya. Ibarat baru ngomong tentang makan nasi, tahu-tahu cerita tentang jalan-jalan ke mal. Padahal yang tentang makan nasi belum selesai dibahas. Ibarat habis mandi, langsung pergi ke sekolah. Padahal, belum pakai baju dan sepatu!

9. Sisipkan kata-kata ekspresi, seperti : duh, wah, aih, masa ...?, dan lain-lain
Ini untuk menunjukkan bahwa jenis tulisan di rubrik Gado-gado adalah tulisan yang santai, lentur, bukan tulisan kaku seperti di koran atau textbook.

10. Perkuat dengan deskripsi, seperti : tertawa lebar, bajunya longgar, berjalan gontai dan lain-lain
Contoh : "Kamu mau apa lagi, Sher?" tanya Rika sambil tersenyum kecut.

11. Honor Rp366.000,00 (info dari Ansa Widiyarti) :p


OLEH-OLEH

1. Teknis penulisan
Panjang di majalah 3-4 halaman. Panjang tik maksimal 4 hal 1 spasi Arial 12. Character no space 8000-10000. Satu paragraf maksimal 3 kalimat. Satu kalimat kalimat 15 kata. Untuk artikel bertutur ada 2-3 subjudul.

2. Pakai sudut pandang “saya” atau “aku” saat menulis

3. Hasil traveling harus baru atau paling lama setahun yang lalu
Jadi, setelah traveling, langsung tulis saja ceritanya, ya. Kalau kelamaan,  khawatir tidak sesuai lagi dengan sikon daerah yang Anda kunjungi. Misal, tiga tahun yang lalu Anda traveling ke pantai A. Saat itu, di sana masih sepi. Setelah pembaca membaca tulisan Anda, mereka tertarik pergi ke pantai A. Tidak tahunya, di sana tidak sepi lagi, sudah ramai! Ya iyalah, yang sepi itu kan, tiga tahun lalu. Kelamaan sih, nulisnya. :p

4. Menulis perjalanan sendiri, bukan perjalanan orang lain
Soalnya, “rasa” saat melakukan perjalanan, yang paling bisa menceritakan dengan pas hanyalah
sang pelaku traveling sendiri. “Rasa” itu tidak bisa diwakilkan oleh orang lain,  demikian kata Bu Angela (redaktur eksekutif Majalah Femina), pemateri workshop.

5. Destinasi
Ada dua pilihan :
-  Destinasi yang belum banyak dipublikasikan (belum banyak diulas di media). Contoh : kepulauan Birawan, Raja Ampat, Maui Hawaii, Tibet, Vietnam, desa-desa kecil di Eropa dan Amerika, dan lainl-ain.
-  Destinasi populer, tapi ambil sisi cerita yg unik. Pasar kopi di Muarabungo Jambi. Kalau Anda traveling ke sebuah daerah yang populer, ada “nyempil” tempat yang unik dan menarik, penduduknya punya kebiasaan yang lain daripada yang lain, misalnya, silakan ceritakan.

6. Isi cerita perjalanan terdiri dua yakni, cerita bertutur dan cerita bersegmen (dua-duanya harus ditulis ya, bukan salah satu saja).
- Susun alur pembuka, isi, penutup (untuk cerita bertutur)
- Tentukan boks-boks yang unik dan spesifik (untuk cerita bersegmen)
Cerita bersegmen biasanya terdiri dari 5-6 boks, tergantung pada lokasi spesifik yang ingin Anda ceritakan. Contoh : Selandia Baru. Anda bisa membuat boks “gereja mungil”, “danau”, “pasar tradisional”, “kolam air panas”, dan lain-lain. Intinya, yang unik-unik dari daerah itu. Lengkapi juga tulisan Anda dengan boks-boks yang berisi tips "hotel", "resto", "transportasi", "belanja", dan lain-lain.

7. Membuat judul dan cathcer yang singkat, eye  catchy, dan menggambarkan isi tulisan

Contoh :
-  Judul : Oxford, Inspirasi Penulis Dunia
Cathcer : Seperti menjadi tokoh buku-buku folkiens Lewis dan Rowling, daya tarik kota tempat berdiamnya kampus tua memang luar biasa.

-  Judul : Salju Romatis di Christchurch
Cathcer : Melanglang ke Selandia Baru, mata dan jiwa tak hentinya dibuat kagum akan sajian panorama yang keindahannya bak karya lukis maestro.

- Judul : Muarabungo, Keindahan Sebuah Kota Singgah
Cathcer : Jangan lewatkan begitu saja kota kecil ini kalau Anda melintasi sepanjang Sumatera. Pesona kuliner dan wisatanya sayang bila diabaikan.

8. Foto-foto yang memukau dan spektakuler
Dalam sebuah artikel jalan-jalan atau traveling, yang paling penting adalah FOTO. Foto-foto inilah yang menjadi penilaian utama. Foto pemandangan yang keren amat sangat disukai sekali (sumpe!). Foto pakai ponsel boleh. Yang penting jelas. Jangan kirim foto yang ada Anda di dalamnya, ya. Kalaupun ada, sebaiknya satu saja, jangan banyak. Dilarang narsis. :p

9. Honor : sangat menggiurkan, apalagi kalau fotonya keren-keren.

Sekadar info, Majalah Femina sangat butuh tulisan untuk rubrik Oleh-oleh. Soalnya, kru majalah suka puyeng. Mau menulis tempat A, sudah. Tempat B, sudah. Bingung ... mau menulis daerah mana lagi ...? demikian teriak kru majalah saat meeting mingguan *duilah*. Jadi, kalau ada pembaca yang mengirimkan tulisan untuk rubrik ini dan tulisan (plus foto-fotonya) keren, mereka senang sekali. Ayo,yang suka jalan-jalan, kirim! Kirim! Destinasi boleh dalam dan luar negeri. Penulis boleh wanita, boleh pria. Oke?

Nah, meskipun Anda sudah tahu detail persyaratan menulis rubrik Gado-gado dan Oleh-oleh di Majalah Femina, saya menyarankan Anda tetap membaca paling tidak tiga atau lima edisi rubrik yang Anda sasar. Ibarat mau perang, kita harus tahu medan dulu, kan? Iya, enggak? Iya, enggak? *alis bolak-balik naik turun*

Sekian.
Selamat menulis!  (Haya Aliya Zaki)

Sepenggal Kisah dari Singapura


Dengan girang Tholhah, putra keduaku, menyerahkan sejumlah koin basah padaku.
“Dapat dari mana, Bang?” tanya dua putri kecilku hampir bersamaan. Mereka yang sedari tadi anteng  bersamaku langsung mengerumuni koin yang dihampar di atas jilbab lebarku.
“Di sana…”
Tanpa dikomando dan sempat kucegah ketiganya segera berlari ke arah yang ditunjuk Tholhah. Kolam air mancur  tempat Patung Marlion kecil  kini menjadi ajang  perburuan harta karun ala mereka.
Dari tempat dudukku yang berada tak jauh dari lokasi “penambangan koin” aku memperhatikan sekaligus mengawasi ketiganya. Mula-mula mereka mengamati dasar kolam sebelum menjulurkan tangan mengambil koin incaran masing-masing. Ketiganya tak menghiraukan para pengunjung yang berada disekeliling mereka. Malah sesekali mereka menggeser kaki pengunjung yang dirasa menghalangi kegiatan mereka. Aku hanya bisa tersenyum melihat kelakuan ketiganya terlebih ketika beberapa orang anak kemudian  ikut memunguti koin di dasar kolam.
“Ummi, ini hasilku…” Nunu, anak ketigaku menyerahkan hasil perolehan koinnya padaku.
“Ini punyaku….” seru Tholhah tak mau kalah.
“Hu hu hu, aku gak dapat apa-apa..” si kecil Khaulah terlihat sedih karena tak berhasil mendapatkan koin sepeserpun.
Dengan girang mereka menyerahkan koin-koin basah itu padaku.  Tiba-tiba aku merasa seperti juragan anak jalanan yang mempekerjakan anak kecil di lampu merah dan saat ini sedang menerima setoran mereka. Pelan-pelan kuangkat kepalaku mengamati sekeliling.  Untungnya saat itu areal Marlion Park ini sedang ramai dan para pengunjung tengah  sibuk dengan urusan mereka sehingga tak ada yang memperhatikan kami. Meski demikian dalam hati aku was-was juga. Siapa tahu tiba-tiba ada petugas kamtib yang langsung menghentikan kegiatan illegal ini. :p   
Suami serta si sulung yang baru datang usai berjalan-jalan menikmati keindahan areal ikon negeri singa ini langsung disambut dengan celotehan penuh semangat ketiga anakku. Si sulung pun jadi tertarik untuk mengikuti jejak ketiga adiknya. Berempat kemudian mereka kembali  mengadu keberuntungan di kolam Marlion kecil.
Jadilah liburan di negeri singa kali ini membawa kenangan yang tak terlupakan. Semalam kami tidak bisa tidur di penginapan karena direcoki seekor tikus kecil. Sekarang anak-anak malah lebih asyik berburu “harta karun” ketimbang menikmati keindahan areal  Marlion Park.
“Sst, liburan berikut kita ke sini lagi ya…aku mau nyari koin yang lebih banyak lagi” bisik Tholhah saat dalam perjalanan pulang. Hadewh………   




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...