Nyasar Berbuah Nasi Dos

Thursday, 27 December 2012



Sekitar pukul 12 30 siang kami meninggalkan kediaman menuju Shah Alam, ibukota negeri Selangor. Rencananya kami akan menginap semalam di sana. Agar esok harinya kami tidak terburu-buru berangkat ke kantor imigrasi.

Kembali Nyasar di KL

Thursday, 13 December 2012

Jumpa Mail and Mei Mei di pintu masuk 
Pagi ini kami sepakat untuk mengunjungi Karnival Upin Ipin yang diadakan di Stadium Titiwangsa, Kuala Lumpur. Sebenarnya ada kekhawatiran tersendiri karena berdasarkan pengalaman yang lalu, kami selalu nyasar bila telah  berada di Kuala Lumpur. Padahal sudah berkali-kali ke sana.

TAHNIAH, NAK......

Saturday, 10 November 2012

"Mi, ini surat dari Cikgu Shanti!" Nusaibah, anak ketigaku yang sehari-hari dipanggil Nunu kemudian menyerahkan selembar kertas. Saat itu ia baru saja pulang dari sekolah.

Segera kuambil lembaran tersebut. Dan....aku sangat terkejut membaca huruf demi huruf yang tertera di sana. Anakku yang super pendiam di sekolah itu ternyata berhasil mendapatkan anugerah sebagai siswa terbaik di dalam kelas. It's a big surprise to me.

Aku benar-benar tak menyangka akan hal ini. Kembali kuulangi membaca lembaran yang ada di tanganku. Aku takut tadi salah baca. Tapi tulisan yang ada dihadapanku itu tetap, tak ada yang berubah sedikitpun.

Dalam keharuan yang mendalam, ingatanku tanpa sadar melongok ke belakang. Kuingat saat pertama kali anakku bersekolah di Sekolah kebangsaan Jalan 6, nama sekolahnya. Saat itu hampir tiap hari ia akan menangis karena tak ingin ditinggal. Abahnya yang setiap hari mengantarnya terpaksa harus membujuknya terlebih dahulu sebelum meninggalkannya. wali kelasnya pun sering dibuat repot karenanya.

Padahal selama TK, Nunu termasuk anak yang mandiri. Tiap hari ia selalu bersemangat ke sekolah. Malah pada waktu pulang, dia sering bersembunyi karena masih ingin bermain di sekolah. Tentu saja perubahan sikapnya yang bukannya semakin mandiri membuatku bertanya-tanya ada apa.
Usut punya usut, ternyata perubahan sikapnya itu karena beberapa hal. Diantaranya ialah faktor bahasa. Nunu kesulitan menghadapi sekelilingnya yang berbahasa melayu sementara selama ini ia telah akrab dengan Bahasa Indonesia versi Makassar. Faktor lain ialah, wali kelasnya yang keturunan India serta berperawakan seperti guru besar Upin Ipin sehingga sekilas terlihat garang yang membuatnya langsung menciut.

Untungnya, hal itu tidak berlangsung lama. Beberapa bulan berikutnya, saat ia telah terbiasa dengan bahasa melayu dan cikgunya maka terlihatlah sifat aslinya. Ia kembali menjadi anak yang cinta sekolah malah selalu bersemangat untuk berangkat ke sekolah. hari-harinya pun dipenuhi dengan cerita tentang sekolahnya terutama tentang cikgu Shanti yang katanya baik hati dan tidak garang seperti sangkaannya semula.

Dan, kecintaannya itu kemudian dibuktikan dengan berhasilnya ia mendapatkan penghargaan ini. Tahniah, Nak. You are the best!








Padamu Anakku….

Tuesday, 6 November 2012



        Alhamdulillah  aku dinyatakan  positif hamil hanya berselang sebulan sejak pernikahanku di bulan desember 1998. Tentu saja berita itu kuterima dengan suka cita. Aku dan juga suami sangat gembira karena tidak perlu menunggu waktu lama untuk mendapatkan buah hati.

SEPENGGAL KENANGAN TENTANG KAKEK (PUANG)

Thursday, 25 October 2012




Keselamatan kakek sedang terancam. Kakek yang dipanggil “Tuan Guru” dengan semangat mudanya memang seorang aktivis dakwah yang senantiasa menyiarkan agama islam di tanah yang mayoritas dihuni oleh non muslim. Tak heran bila kemudian  para kuffar itu  menginginkan nyawanya untuk menghentikan penyebaran agama mulia ini. 

Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah Azza wa Jalla dengan dibantu oleh sesama jama’ah kakek berhasil menyelamatkan diri. Keluarga kecil itu tak membawa apa-apa selain hanya pakaian yang melekat di badan. Seluruh harta warisan nenek yang melimpah tak satupun dibawa. Seluruh harta itu ditinggal, salah satunya dengan tujuan agar perhatian kaum kuffar itu sedikit teralihkan sehingga kakek sekeluarga dapat sedikit lebih leluasa meneruskan pelariannya.

Dalam pelarian itu, salah seorang anak mereka masih sangat mungil. Anak keempat itu masih bayi. Tak salah bila kemudian  bayi mungil itu diberi nama Hajrah, yang berasal dari kata hijrah, yang berarti perpindahan.
Mulailah kakek sekeluarga memulai hidup baru dari nol. Nenek yang terbiasa hidup dalam gelimangan harta harus merasakan pahitnya hidup. Alhamdulillah, semua kesusahan itu berhasil dilewati. Tahun-tahun suram itu telah pergi.  Kini, keluarga kakek dapat menjalani hidup lebih tenang dan kakek juga tetap bergelut di dunia dakwah.

Selama ini aku memang sering berada di rumah kakek. Jarak rumah kami yang tidak terlalu jauh memudahkanku untuk bolak-balik. Aku tahu kakek paling suka membaca. Beliau sanggup membaca hingga larut malam. Terkadang beliau sampai tertidur di kursi dan ketika tersadar kembali melanjutkan aktivitas membacanya. Selain itu beliau juga rutin shalat malam. Usai shalat malam, kembali lanjut membaca.

Selain itu kakek juga sangat disiplin. Beliau mempunyai buku agenda tempatnya mencatat semua kegiatannya. Buku itu sangat dijaganya dan kami dilarang untuk menyentuhnya. Meski terkadang karena penasaran aku suka mengintip apa saja yang menjadi agenda kakek.




“Aku ingin mati di atas kendaraan yang membawaku berdakwah” kata-kata itu senantiasa terngiang di telingaku. Kata-kata itu diucapkan ketika kami protes dengan kekerasan hatinya. Bayangkan di usia yang menginjak delapan puluhan, beliau masih berkeliling dari satu majelis ke majelis, dari satu masjid ke masjid. Beliau seorang diri membawa vespa maupun mobil tuanya. 

Dari cerita yang dituturkan adikku, sebelum beliau sakit dan hanya bisa terbaring di tempat tidur, beliau masih suka bepergian seorang diri. Meski saat kembali, beliau selalu diantar oleh orang yang tidak dikenal. 

“Pak Kiai gak tahu jalan pulang” demikian jawaban orang-orang yang mengantar kakek pulang. Mereka mengenal kakek berkat seringnya kakek mengisi taklim di mana-mana.

Untungnya kakek masih mengingat alamat rumah sehingga orang-orang dapat menghantarkan beliau kembali.
Kini,kakek telah tiada. Di hari rabu tanggal 24 oktober 2012 kakek menghembuskan nafasnya yang terakhir di Rumah Sakit Islam Faishal Makassar. Selamat jalan kakekkku tercinta, puangku tersayang KH Abdullah Salim. Semoga amal ibadah selama di dunia ini diterima di sisi-Nya, semoga Allah mengampunkan dosa-dosa kakek dan memberi tempat yang layak untuk kakek.

Disini, di tempat yang jauh aku hanya bisa berdo’a dan mengenang semua kenangan indah bersamamu. Satu harapanku, semoga kami bisa mewarisi semangat kakek yang tak pernah lelah berjuang di jalan Allah.   





Tata Cara Pengajuan Naskah ke Mizan Publishing House/ Mizan Pustaka

Wednesday, 12 September 2012


Mizan Publishing House

Kriteria Pengajuan Naskah Non Fiksi

Per 1 Januari 2012

Kriteria naskah:
  1. Isi naskah dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
  2. Naskah ditulis secara logis dan sistematis dan karya asli.
  3. Belum pernah dipublikasikan penerbit lain.
  4. Memiliki rujukan yang jelas.
  5. Memiliki orisinalitas atau kebaruan.
  6. Memiliki peluang pasar (marketabilitas) yang bagus.
  7. Tulisan utuh/padu (monograf), bukan kumpulan tulisan.
  8. Bukan karya ilmiah (skripsi, tesis, disertasi).

Mizan Publishing House
Kriteria & Prosedur Pengajuan Naskah Novel
Per 1 Januari 2012
 Kriteria naskah:
  1. Naskah harus karya asli
  2. Belum pernah dipublikasikan penerbit lain.
  3. Memiliki cerita yang unik dan tidak klise.
  4. Naskah ditulis dengan rapi (logis dan sistematis).
  5. Memiliki peluang pasar (marketabilitas) yang bagus.
  6. Tulisan utuh/padu (monograf), bukan kumpulan tulisan.
  7. Tidak menimbulkan kontroversi, terutama berhubungan dengan moral dan agama.
  8. Sertakan Sinopsis

Prosedur Pengajuan Naskah:
(Jika naskah telah memenuhi kriteria tersebut di atas)
  1. Surat pengantar.
  2. CV (Daftar Riwayat Hidup) dengan alamat lengkap nomor telepon yang dapat dihubungi.
  3. Naskah:
  4. Keseluruhan isi naskah.
  5. Berupa fotokopi (bukan asli/master), hard-copy atau print-out (redaksi belum melayani naskah via email jikapun ya redaksi lebih mendahulukan utk mengevaluasi naskah yg dikirim dalam bentuk hardcopy), diketik komputer (bukan ketikan mesin tik manual).
  6. Kirim ke:
Redaksi Penerbit Mizan
-U.p. Bpk. Andityas Prabantoro, redaksi tidak menerima naskah PUISI (untuk naskah bertema keislaman dan dewasa (umum))
-U.p. Bpk. Benny Rhamdani (untuk naskah bertema umum (remaja), novel, cerpen, remaja, anak) persyaratan tambahan  
untuk naskah remaja dan anak: panjang naskah minimal 70 hal, maksimal 150 halaman, spasi satu, font times new  
roman 12pt, A4.
1. Novel anak: petualangan yang seru dan lucu berbau detektif (modern, lincah, humor)
     2.  Ilustrated book: kisah-kisah menakjubkan yang cocok buat anak.
     3.  Buku penunjang pelajaran SD yang disajikan dengan gaya populer.
     Untuk lebih memahami trend saat ini silakan baca dan lihat produk2 terbaru DAR!
  Alamat: Jl. Cinambo No. 135 (Cisaranten Wetan) Bandung 40294
Telp. (022) 7834310

KETERANGAN :
  1. Jangka waktu evaluasi naskah kurang lebih 3 bulan. secara bertahap akan kami upayakan agar maksimal respons dalam waktu 1 bulan
  2. Jika Redaksi menolak penerbitan naskah, akan kita kabari via surat atau telepon., bahan naskah tidak akan dikirimkan kembali kecuali disertai perangko yang mencukupi.
  3. Apabila naskah layak terbit, kami akan kabari via surat dan telepon dan dillanjutkan dengan pembuatan Surat Perjanjian Penerbitan.

Menulis Di Majalah STORY

Story Teenlit Magazine


Story Teenlit Magazine atau Majalah Story adalah sebuah majalah remaja yang banyak menampilkan cerita. Majalah ini pertama kali terbit sejak tanggal 25 Juli 2009. Buat kamu yang ingin mencoba peruntungan di sini langsung saja menyimak tulisan di bawah.

CERPEN
Naskah diketik dengan spasi rangkap, TNR 12 
Panjang naskah  13.000- 14.000 karakter dengan spasi (sekitar 8-10 halaman)


CERBUNG
Naskah diketik dengan spasi rangkap, TNR 12
Jumlah karakter 30.000 - 40.000 with spaces (sekitar 20-30 halaman)

NOVELET
Naskah diketik dengan spasi rangkap, TNR 12
Jumlah karakter 30.000 - 35.000 with spaces (sekitar 23-25 halaman)

KISSING (KISAH SINGKAT)
Naskah diketik dengan spasi rangkap, TNR 12
Jumlah karakter 4.000 - 5.000 characters with spaces (sekitar 3 halaman)

CERPEN BERBAHASA INGGRIS
Naskah diketik dengan spasi rangkat, TNR 12
Jumlah karakter maksimal 6.000 (sekitar 4 halaman)

CERPEN ANAK SEKOLAH
Naskah diketik dengan spasi rangkat, TNR 12
Khusus bahagian ini Hanya untuk anak sekolah (Latar dan kejadian harus tentang sekolahmu. Nama tokoh dalam cerita boleh disamarkan).
Jumlah karakter 6.000 karakter

CERPEN GURU
Naskah diketik dengan spasi rangkat, TNR 12
Khusus bahagian ini Hanya untuk para guru (Latar dan kejadian harus tentang sekolah anda. Nama tokoh dalam cerita boleh disamarkan). 
Jumlah karakter 6.000 karakter


Alamat Pengiriman Naskah 

Naskah yang telah siap dapat dikirimkan ke story_magazine@yahoo.com
Tulis di bagian subjek sesuai dengan nama rubriknya
Atau via pos : Redaksi Story Jl Raya Kedoya Duri No. 36, Kebun Jeruk, Jakarta 11520
Tema cerpen harus remaja
Sertakan biodata serta nomor telepon dan nomor rekening di halaman terakhir naskah (Khusus Rubrik Anak Sekolah/Guru jangan lupa menuliskan nama dan alamat sekolah). Boleh melampirkan foto.
Oya, Majalah Story juga menerima kiriman puisi

(Sumber Blog Fani Chairani dengan sedikit tambahan)

MASJID MERAH MUDA (Mengunjungi Masjid Putra)

Tuesday, 11 September 2012


Kota masa depan, demikian konsep rancangan pembangunan   Putrajaya, ibukota administrasi Malaysia yang baru. Kota kecil ini memang sangat indah. Perpaduan antara kemegahan dan keasrian menjadikan Putrajaya sebagai salah satu tujuan utama wisata di Malaysia.  Berjarak sekitar 25 km dari arah selatan  Kuala Lumpur, kota ini tampak megah tanpa meninggalkan  ciri melayu yang identik dengan islam.


Salah satu yang menarik dari kota ini adalah Masjid Putra. Sama seperti nama kota serta beberapa bangunan yang lain yang ada di kota ini, nama masjid ini juga  diambil dari nama mantan Perdana Menteri pertama Malaysia, Tunku Abdul Rahman Putra Al Haj.  Masjid yang  dibangun  tahun 1997 dan selesai dua tahun setelahnya itu mempunyai  luas 1,37 hektar.



Masjid Putra terlihat cantik dan anggun dengan dominasi warna merah muda (dusky pink).  Kubahnya yang besar dan indah juga berwarna senada dengan ukiran tumbuhan seperti kubah masjid di Mesir. Konstruksi bangunannya sendiri  memadukan   gaya arsitektur  timur tengah dan tradisional Melayu.



Bangunan masjid ini setara dengan gedung setinggi 21 tingkat dan dapat menampung sekitar 15 000 jamaah. Adapun menara masjid yang  berada di sisi kiri pintu masuk utama berdiri megah setinggi 116 meter. Terdapat lima tingkatan pada menara ini sebagai lambang shalat wajib lima waktu bagi kaum muslimin.

Memasuki halaman utama masjid  pengunjung akan disambut dengan   ramah oleh beberapa orang pemandu yang berpakaian tradisonal melayu.  Setelahnya pengunjung dapat melihat halaman yang luas dan asri. Halaman yang disebut The Sahn ini adalah  pembatas antara ruang shalat utama dan pintu masuk utama.


Di halaman masjid pengunjung dapat melihat dari dekat keindahan bangunan masjid Putra. Di sisi kiri dan kanan terdapat beberapa kolam kecil dengan aneka tanaman hias yang semakin mempercantik masjid. Sebagai pelengkap di sisi sebelah kanan  terdapat beberapa stand yang menjual aneka macam souvenir lengkap dengan stan makanan dan minuman kecil.





Saat berada di  halaman  masjid diharapkan para pengunjung berpakaian sopan. Bagi  yang berpakaian minim atau tak berkerudung maka pihak masjid menyediakan jubah cantik berwarna merah muda untuk dipakai berkeliling menikmati keindahan masjid. Tentu saja langkah mereka sebatas di halaman  karena bagian dalam masjid hanya untuk   muslimin saja.


Setelah puas mengelilingi bagian utama masjid, pengunjung  dapat beralih untuk menikmati sejuknya semilir angin yang berhembus dari arah  danau  yang mengelilingi Masjid Putra. Danau buatan ini disebut Tasik Putrajaya. Danau ini pula yang membuat Masjid Putra seolah terapung bila dilihat dari kejauhan. 




Selain dapat menikmati semilir angin Tasik Putra, pengunjung juga bisa melihat bagian atas kantor perdana menteri Malaysia, Tun Sri Najib. Kantor yang disebut Perdana Putra ini mulai digunakan sejak pemerintahan Mr. M, sebutan untuk mantan Perdana Menteri  Malaysia, Tun Sri dr. Mahathir Muhammad.



Sekilas melihat bangunan Perdana Putra banyak yang menyangka masjid. Kubahnya yang berwarna hijau dan berbentuk menyerupai bawang membuat pengunjung sering salah kaprah. Beberapa bangunan kantor di Putrajaya memang sengaja dibuatkan kubah di atasnya. Tak heran bila kemudian sulit membedakan mana bangunan masjid dan kantor. 



Danau buatan seluas 650 hektar ini  telah dimanfaatkan untuk banyak hal. Sebagai tempat untuk berekreasi, memancing ataupun melakukan olahraga air lainnya. Selain itu tersedia juga fasilitas pesiaran danau bagi yang ingin menjelajahi danau buatan ini.

Dari  sini pengunjung juga dapat melihat Jembatan Putra, salah satu ikon Putrajaya. Jembatan ini  berfungsi untuk menghubungkan dua wilayah yang dipisahkan oleh Tasik Putra. Jembatan sepanjang 435 meter  ini akan terlihat sangat cantik  di malam hari. Hal ini disebabkan lampu-lampu  yang dikeluarkan  Jembatan Putra memancarkan sinar terang dan warna-warna yang sangat indah.



Setelah puas berkeliling pengunjung dapat beristirahat sambil menikmati aneka hidangan yang ada di Selera Putra. Sebuah food court yang menyediakan berbagai macam makanan. Mulai dari makanan khas Malaysia hingga mancanegara ada disini. Pengunjung pun  bebas  memilih tempat di dalam ruangan ataupun diluar sembari menikmati kesejukan Tasik Putrajaya.   




Usai memuaskan mata dan perut, selanjutnya pengunjung dapat mengunjungi   pusat penjualan souvenir
yang berada di sekitar areal masjid.  Mulai dari gantungan kunci, baju kaos berbagai ukuran, jilbab serta benda-benda khas Malaysia lainnya tersedia di sini. Bahkan di salah satu stan menerima pembayaran dengan mata uang negara pengunjung tanpa perlu menukarnya ke Ringgit Malaysia terlebih dahulu.  



       
Sementara para orang dewasa sibuk mencari buah tangan, anak-anak dapat memanfaatkan waktu  di taman bermain yang berada di depan pusat penjualan souvenir tersebut.  Sebuah taman bermain mungil lengkap dengan ayunan dan perosotan. Yang unik adalah adanya sebuah tempat bermain yang berbentuk rumah perahu dan berisi aneka mainan.   
        
Jadi anak-anak tak perlu bosan menunggu orang dewasa yang sibuk memilih oleh-oleh. Orang dewasa juga dapat dengan tenang berburu souvenir khas negeri jiran ini. Negeri ini memang termasuk ramah anak karena dengan mudah kita bisa menjumpai taman bermain dengan fasilitas yang cukup memuaskan. 

********

Naik Apa ?
        Saat ini sudah banyak perusahaan penerbangan yang melewati jalur kota-kota besar di Indonesia ke Kuala Lumpur  serta beberapa negara bagian lainnya di Malaysia.   Bahkan bila kunjungan ini dijadwalkan jauh hari sebelumnya maka calon pengunjung dapat memperoleh tiket pesawat dengan harga murah bahkan sangat murah.
        Yang terkenal biasanya adalah AirAsia, sebuah perusahaan penerbangan milik jutawan asal Malaysia. Perusahaan ini juga menyediakan fasilitas newsletter yang biasanya menginformasikan tentang tiket-tiket promo yang dilakukan perusahaan tersebut.

Visa
        Pengunjung asal Indonesia yang mengunjungi Malaysia akan langsung mendapatkan visa kunjungan di bandara. Visa ini berlaku selama 30 hari kedepan. Hal ini dimungkinkan karena Malaysia termasuk salah satu negara yang bebas visa bagi pengunjung asal Indonesia.
        Dengan fasilitas ini maka perjalanan dari Indonesia ke Malaysia menjadi semakin mudah. Tak heran bila Malaysia menjadi salah satu tempat favorit pelancong Indonesia. Selain karena kedekatan secara jarak  dan bahasa juga tak dapat dipungkiri kalau negara tetangga  ini telah banyak mengalami kemajuan dibanding negara kita.
******

(Tulisan ini dimuat di Harian Republika Leisure pada rubrik "Jalan-Jalan Religi" edisi 29 Mei 2012)

My First Antologi

Monday, 10 September 2012



Akhirnya terbit juga buku antologi pertamaku yang berjudul "Sembuh dan Sukses dengan Terapi Menulis". Buku yang ditulis oleh 94 orang ini berisi tips-tips menyembuhkan berbagai macam penyakit psikis maupun fisik dengan menerapkan terapi menulis.

Buku yang audisinya kuikuti diakhir tahun 2011 ini diterbitkan sekitar bulan Juli 2012 yang lalu. Buku ini juga menjadi salah satu penyemangatku untuk kembali merambah dunia yang pernah sangat kuakrabi, dunia kepenulisan. Dunia yang terpaksa kutinggalkan padahal dari sanalah aku pernah mendapat begitu banyak hal baik berupa materi maupun non materi.


Dengan kehadiran buku ini aku berharap dapat kembali diterima di dunia kepenulisan. Kuberharap dapat kembali menuangkan isi pikiranku dalam bentuk tulisan. Dapat kembali menorehkan namaku di dunia ini. SEMOGA

MENULIS DI MAJALAH UMMI

Tuesday, 4 September 2012


UMMI , majalah Keluarga Muslim yang terbit setiap bulan. Ada beberapa rubrik yang membuka peluang bagi penulis -di luar redaksi- untuk mengirimkan tulisan. Rubrik apa sajakah?

DUNIA WANITA
§  1 halaman dengan panjang tulisan maksimal 3000 karakter. Berisi pengalaman pribadi, atau opini dengan sudut pandang perempuan.
§  Tips agar dimuat: 1) manfaatkan tema yg sedang in di bulan tersebut. namun kirimkan naskah tersebut minimal 2 bulan sebelum momen. Misalnya jika ingin menulis dengan tema ramadhan, kirim naskahnya di bulan-bulan April-Mei. karena proses penggarapan naskah dilakukan 2 bulan sebelum terbit. 2) Usahakan untuk mengambil topik atau pembahasan dengan agle yg unik. Misalnya ajakan utk berbelanja ke warung, saat banyak orang memilih belanja di mal/pasar. tentu dengan didukung argumen yang menguatkan topik tersebut.

CERPEN
§  2 halaman dengan panjang naskah maksimal 6000 karakter.
§  Tips: 1)ambil tema yang unik. Ummi menerima kira2 10-20 naskah baik online maupun setak setiap bulannya. namun, jarang yang temanya unik. konflik juga kurang tergarap jadi cerpen cenderung datang. 2)cerpen dengan setting suatu daerah yg khas dg dialek lokal, biasanya memiliki satu poin lebih dibanding cerpen yg setingnya tidak jelas 3)batasi jumlah tokoh, namun perkuat karakter tiap tokoh dalam cerpen tersebut.

CERPEN ANAK
§  2 halaman, dengan panjang naskah maksimal 5500 karakter.
§  tips: pembaca cerpen anak, berusia 5-13 tahun. usahakan temanya sederhana, bahasanya mudah dipahami dan berhikmah. boleh cerita biasa, imajinasi (misalnya tokohnya debu/awan/angin/pohon) atau fabel.

PERJALANAN
§  2 halaman, panjang naskah 5700-an karakter
§  tips: pilih lokasi/daerah/kota/negara yg unik, bisa karena 'sesuatu' yang tak biasa di sana. boleh juga mengangkat sisi sejarah yang tak banyak orang mengetahuinya. mungkin ada agle yg berkaitan dengan keislaman, biasanya menjadi poin tambah dari tulisan tersebut. usahakan deskriptif, sehingga pembaca bisa membayangkan bagaimana perjalanan menuju kesana, suasananya bagaimana (panas/dingin/hangat), gambarkan keunikannya misalnya bentuk rumah, sapaan khas penduduk lokal, dll.
§  sertakan foto, minimal 5 buah dengan ukuran file, kira2 500 kb- 1 MB. agar tidak pecah ketika di layout. berikan captoin/keterangan di bawah foto tersebut. foto bisa menguatkan isi artikel, bisa juga hal lain yg menarik namun belum termuat di artikel
Oya, naskah bisa dikirim ke kru_ummi@yahoo.com. atau dikirim ke redaksi Ummi, Jl. Mede No. 42A Utan Kayu, Jakarta Timur


Semoga Bermanfaat
Aini Firdaus
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...